Zulkifli Hasan Tegaskan Pentingnya Sosialisasi Empat Pilar MPR pada Tahun Politik

Pada tahun politik, perbedaan pendapat kerap kali menyulut perpecahan. Rasa toleransi dan saling menghormati yang sebelumnya ada pada setiap individu seolah mulai terkikis. Padahal, jika ditilik dari hulunya tujuan pemilu diadakan untuk memperkukuh persatuan, bukan sebaliknya.

“Menjadi relevan dan sangat dibutuhkan kalau Sosialisasi Empat Pilar MPR RI harus terus digaungkan pada kondisi seperti saat ini. Lewat nilai-nilai Pancasila, kita bisa kembali mengingat bagaimana seharusnya berperilaku dan berpikir secara lebih bijak,” kata Zulkifli Hasan selaku Ketua MPR RI.

Hal tersebut ia katakan saat menyampaikan materi sosialisasi kepada ratusan perwakilan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) di Magelang, Jawa Tengah, pada Rabu (5/12/2018). Zulkifli menambahkan bahwa kemerdekaan diraih agar bangsa Indonesia dapat bersatu. Pada saatnya, persatuan akan melahirkan kedaulatan, baik itu di bidang ekonomi, budaya, atau politik.

“Kalau sudah berdaulat baru kita bisa berlaku adil. Itulah tujuan akhir berbangsa dan bernegara, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Zul.

Akan tetapi, Zul menegaskan bahwa hal itu dapat terwujud jika setiap warga negara menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945 ke dalam kehidupan sehari-hari.

Sila satu sendiri menjadi pedoman perilaku yang disinari Tuhan. Dengan kata lain, sikap Pancasilasis tercermin dari penerapan agama dengan baik dan secara taat. Beda halnya dengan sila kedua yang berfungsi sebagai pedoman untuk berperilaku dalam memanusiakan manusia lain secara adil. Bahkan, tidak hanya sebatas warga negara Indonesia, tetapi juga warga negara lain.

Baca Juga : Cegah Penjualan Blangko E-KTP, Kemendagri Bakal Pantau Toko Online

Sila ketiga merefleksikan bangsa Indonesia yang tidak mengotak-kotakan perbedaan. Sebab, perbedaan adalah hak demokrasi. Zulkifli pun berharap bahwa apa yang disampaikannya dapat diteruskan oleh PPDI ke seluruh warga desa. Ia ingin agar tahun hak pilih pada tahun politik kali ini digunakan untuk mencari yang terbaik, bukan untuk berperang satu sama lain.