WNA China yang Diamankan di Kupang Barat Mengaku Paspor Ditahan Polisi Australia

KUPANG – Tujuh warga negara asing (WNA) asal China yang diamankan Aparat Kepolisian Perairan Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakui paspor mereka ditahan oleh pihak berwenang Australia.

Tujuh warga China yang diamankan itu yaitu Wu zheng Yin, Fang Min, Chen Chunlin, Fu Zedong, Liangyi Hu, Yin Guoguang serta Zheng Min.

Beberapa warga negara China itu pada awal mulanya diamankan polisi waktu terdampar di lokasi perairan Kupang, NTT, Kamis (14/6/2018).

” Waktu diinterogasi, mereka mengakui paspor serta dokumen mereka ditahan polisi, oleh polisi perairan Australia, ” kata Kasat Ronda Patroli Armada Polisi Perairan NTT AKBP Satrya Perdana Tarung Binti, pada wartawan, Kamis siang.

Dia menyampaikan, beberapa warga China itu punya niat menuju Australia. Tetapi, mereka pernah dihadang polisi perairan Australia serta pada akhirnya dipulangkan kembali pada Indonesia.

Menurut Satriya, warga China itu masuk lokasi perairan Australia, saat berlayar dari Makassar dengan dibantu oleh tiga Anak Buah Kapal (ABK) berkewarganegaraan Indonesia.

Awalannya, kata Satriya, saat di tanya berkenaan paspor mereka, beberapa WNA ini pernah menuduh yang mengambil alih beberapa dokumen mereka yaitu polisi Indonesia.

Pihaknya lalu cobalah tunjukkan photo serta seragam polisi perairan Australia. Mereka lantas mengaku bahwa polisi Australia lah yang mengambil alih dokumen mereka.

Beberapa warga negara China ini meminta beberapa dokumen lain yang diambil alih oleh polisi perairan Australia dapat dikembalikan.

Baca Juga : Ignashevich dari Rusia, Tertua di Piala Dunia Setelah Roger Milla

” Yang tadi, mereka juga meminta supaya dibuatkan green passport. Namun kita kan tidak menerbitkan green passport, ” ucap Satriya.

Sampai sekarang ini, kata Satriya, pihaknya masih tetap lakukan kontrol pada beberapa warga negara China ini untuk mencari tahu motif mereka.