Wilayah Perairan Sumsel dan Jambi Dinilai Rawan Pasar Gelap

PALEMBANG – Dua lokasi di perairan Propinsi Sumatera Selatan serta Jambi dikatakan sebagai daerah riskan perdagangan gelap ( ilegal) yang merugikan negara sampai belasan miliar dalam setahun.

Kepala Kantor Lokasi Direktorat Jenderal Bea serta Cukai Sumatera Sisi Timur (Sumbagtim) M Aflah Farobi menyampaikan, dua lokasi riskan perdagangan gelap ada di Kecamatan Sungsang, Kabupaten Banyuasin, dan Kecamatan Tungkal, Kota Jambi.

Aflah menuturkan, pasar gelap yang dipakai aktor berbentuk menyelundupkan barang di luar Indonesia seperti tembakau irislah serta minuman memiliki kandungan alkohol untuk hindari cukai.

“Bahkan kerugian negara atas penyelundupan ke-2 barang itu sampai Rp 14,88 miliar terhitung semenjak awal tahun,” kata Aflah, Rabu (10/10/2018).

Tidak hanya penyelundupan alkohol dan rokok, beberapa aktor ikut seringkali didapati memasok narkoba dari jalan perairan seperti sabu.

Bahkan juga dari Januari-September 2018, Kanwil Ditjen Bea serta Cukai Sumbagtim sudah mengagalkan lebih dari 3 kg sabu serta 5.000 butir pil ekstasi dari dua lokasi perairan itu.

“Para aktor penyelundupan dapat masuk ke daerah itu sebab penjagaan yang kurang ketat di perbatasan lokasi hingga lolos dari pantuan petugas,” katanya.

Baca Juga : Timses Minta Usut Tuntas Kasus Perusakan Baliho Prabowo-Sandi

Untuk menghadapi jumlahnya perdagangan gelap dari jalan sungai, Aflah akan mengoptimalkan semua petugas dari Ditjen Bea serta Cukai lokasi semasing.

“Kami sudah lakukan 495 kali pengusutan di dua lokasi itu, untuk menahan makin bertambahnya pasar gelap, petugas akan dioptimalkan,” jelas ia.