Warga Cililitan Tuntut Kepastian Pembayaran Ganti Rugi Lahan

JAKARTA – Beberapa masyarakat Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur, mendatangi kantor Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta di Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (15/10/2018). Mereka meminta kepastian masalah uang ubah rugi tempat yang akan terserang project normalisasi sungai yang dijanjikan semenjak 2013 oleh Dinas SDA.

Seseorang masyarakat, Ratna Sari (41) menjelaskan, dianya bersama masyarakat yang lain minta Dinas SDA DKI selekasnya membayar ubah rugi atas tanah serta bangunan yang akan terserang program normalisasi. Masalahnya pembebasan tempat yang dikerjakan semenjak 2013 sampai sekarang belumlah jelas pembayarannya.

“Tuturnya Desember dari beberapa tahun lantas ingin dibayar, ini telah berapakah kali Desember, sampai saat ini tidak ikut dibayarkan,” katanya.

Ratna mengutarakan, dianya mempunyai dua peta bagian tanah NIB 50 sejumlah Rp 1,2 miliar serta NIB 51 sejumlah Rp 112 juta.

Dengan belumlah terdapatnya ubah rugi ini, keadaan masyarakat semakin memprihatinkan sebab tidak mempunyai dana untuk geser.

“Jika tetangga saya ini tempat tinggalnya miring sebab tiap-tiap banjir tergerus. Jika ingin geser ya geser asal ada dananya. Kami sich junjung pemerintah. Tetapi untuk geser manakah duitnya?” kata Ratna.

Rudi (50) masyarakat yang lain menyebutkan rumah mereka lama-lama semakin tidak wajar untuk ditempati. Permukimannya terserang jalan hijau karenanya ada normalisasi kali Ciliwung.

“Semula ada alat berat yang beroperasi, hanya masyarakat nolak sebab belumlah ada pembayaran. Kami tidak ingin seperti demikian,” katanya.

Kepala Unit Penyediaan Tanah Dinas SDA DKI Yunaldi menjelaskan, pihaknya telah menjumpai masyarakat. Sejumlah besar masyarakat memang mengharap terdapatnya kejelasan proses pembayaran tempat baik di saluran sungai ataupun waduk.

Baca Juga : Trump: Menteri Pertahanan Jim Mattis Mungkin akan Mundur

“Barusan juga kami berikan persoalan yang ada ke masyarakat yang masuk dalam program normalisasi,” katanya.

Dia janji untuk mengupayakan secepat-cepatnya pembayaran itu pada masyarakat. Pihaknya akan bekerjasama dengan lembaga lainnya untuk lakukan koreksi harga.

“Itu pandangan yang saya beri ke penduduk. Insya Allah kami berupaya berbelanja tempat dapat direalisasikan pertengahan Desember 2018,” kata Yunaldi.