Usai Menang di Qatar, Dovizioso Waspadai 2 Trek Aneh Berikutnya

BOLOGNA – Pembalap Mission Winnow Ducati, Andrea Dovizioso, tak ingin larut dalam kemenangan mengesankan di MotoGP Qatar 2019. Sebab, dua balapan berikutnya akan berlangsung di trek yang kurang menguntungkan bagi motor Desmosedici GP19.

Sirkuit Internasional Losail di Qatar dianggap cocok dengan karakter motor Desmosedici yang memiliki tenaga besar. Sebab, sirkuit yang menggelar MotoGP sejak 2004 itu punya satu lintasan lurus yang panjangnya mencapai 1 kilometer (km) sehingga cocok dengan motor Ducati.

Sementara balapan berikutnya di MotoGP Argentina 2019 tidak demikian. Sirkuit Termas de Rio Hondo tidak memiliki lintasan lurus yang panjang. Karakter berbeda juga ada pada Sirkuit COTA (Circuit of The Americas) di Austin, Texas, meski memiliki satu lintasan lurus yang panjang.

Tuan rumah seri MotoGP Amerika Serikat (AS) 2019 itu berkarakter lambat dengan adanya 20 tikungan. Perbedaan karakter tersebut membuat Andrea Dovizioso tidak terlalu yakin dengan peluang timnya. Sebab, kedua sirkuit disebut berkarakter aneh.

Baca Juga : Cancelo: Ronaldo Sudah Tidak Perlu Membuktikan Apa-Apa

“Trek di Qatar sangat aneh jadi kami harus menunggu maksimal hingga Le Mans (MotoGP Prancis 2019), karena dua seri berikutnya berlangsung di trek yang aneh,” tutur Andrea Dovizioso, mengutip dari Crash, Sabtu (23/3/2019).

“Menurut saya semua tim kini jaraknya semakin dekat. Itu artinya sekali Anda mengalami pekan yang buruk, Anda akan kehilangan banyak poin. Kami tetap harus rendah hati dan terus bekerja keras,” pungkas pembalap berusia 33 tahun tersebut.