Trump: Kesimpulan CIA soal Pembunuhan Khashoggi Terlalu Prematur

MALIBU – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan rangkuman Tubuh Intelijen Pusat atau CIA mengenai pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi masih tetap prematur.

Merilis CNN, ia mengatakan pemerintah akan membuat rangkuman akhir masalah Khashoggi pada awal minggu ini.

Seperti didapati, laporan CIA mengatakan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) bertanggungjawab atas kematian Khashoggi.

“Kami akan mempunyai laporan selengkapnya dalam dua hari ke depan, peluang Senin atau Selasa,” tuturnya waktu berkunjung ke tempat kebakaran di Malibu, California, Sabtu (17/11/2018).

“Kami akan miliki laporan mengenai apakah yang kami fikir berefek keseluruhnya serta siapa yang mengakibatkan dan mengerjakannya,” katanya.

Sebelum tinggalkan Gedung Putih pada Sabtu pagi, Trump menjelaskan ia belumlah mendapatkan keterangan mengenai rangkuman CIA.

Akan tetapi, pria berumur 63 tahun itu mendapatkan info sang pangeran tidak ikut serta dalam pembunuhan.

“Mereka belumlah memberi penilaian apapun. Ini sangat awal, serta laporan yang begitu prematur,” kata Trump, seperti dikutp dari The Hill.

Diberitakan AFP, jubir Kementerian Luar Negeri AS Heather Nauert menjelaskan, laporan yang memberikan indikasi AS telah membuat rangkuman akhir pada masalah Khashoggi ialah tidak tepat.

“Masih tetap terdapat beberapa pertanyaan yang tidak terjawab berkenaan dengan pembunuhan Khashoggi,” katanya.

Kemenlu AS masih tetap selalu mencari bukti serta bekerja bersama dengan negara lainnya untuk meredam mereka yang ikut serta dalam pembunuhan, sambil menjaga jalinan strategis dengan Saudi.

Baca Juga : Jangan Khawatir, Dana Beasiswa LPDP Tahun Ini Rp 46 Triliun!

“Sesaat, kami selalu berkonsultasi denga Kongres, bekerja bersama dnegan negara lainnya untuk minta pertanggungjawaban mereka yang ikut serta dalam pembunuhan Khashoggi,” katanya.

Nauert mengatakan, AS sudah ambil aksi tegas pada individu, termasuk juga visa serta aplikasi sangsi.