Timses Minta Usut Tuntas Kasus Perusakan Baliho Prabowo-Sandi

JEPARA – Alat peraga kampanye pasangan Calon Presiden serta Wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno rusak.

Baliho yang terpajang di Posko Rumah Juang di Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah ini disangka menyengaja dirusak orang tidak bertanggungjawab.

Baliho memiliki ukuran 400 sentimeter x 350 sentimeter yang tampilkan gambar Prabowo-Sandi kenakan jas dan peci itu robek di bagian muka semasing.

Koordinator Team Pemenangan Prabowo-Sandi Dapil II Jateng (Jepara, Kudus, serta Demak), Zamroni mengemukakan, pihaknya mencium terdapatnya keganjilan dalam rusaknya baliho itu.

Disangka kuat, gambar muka Prabowo serta Sandi menyengaja disayat senjata tajam pada Senin (8/10/2018) malam waktu keadaan sepi.

“Baliho ini menyengaja disayat memakai senjata tajam. Rusaknya bukan sebab aspek alam ditambah lagi baliho baru dipasang,” kata Zamroni waktu dihubungi Kompas.com, Rabu (10/10/2018).

Menurut Zamroni, Posko Rumah Juang Prabowo-Sandi di Kalinyamatan, Jepara itu baru beroperasi kemarin. Posko berada di ruko di lokasi Kalinyamatan, Jepara.

“Motifnya apa ingin mengintimidasi untuk menciutkan nyali beberapa relawan atau cuma iseng, kami belumlah tahu. Baliho yang dirusak yang di muka ruko serta untuk yang diatas ruko aman,” papar Zamroni.

Sampai kini, Kalinyamatan adalah basis nada Partai Gerindra sebab Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah yang anggota DPR RI Abdul Wachid datang dari Kalinyamatan.

“Kami harap pemilu serentak 2019 berjalan dengan baik tiada dikotori beberapa cara tidak umum,” tutur Zamroni.

Pendapat perusakan APK di Posko Rumah Juang di Kalinyamatan, Jepara, jadi perhatian spesial buat Team Pemenangan Prabowo-Sandi.

Baca Juga : Cerita Gamal Albinsaid Diajak Sandiaga Uno Gabung dalam Tim Pemenangan

Team Pemenangan Prabowo-Sandi menekan Bawaslu Kabupaten Jepara ataupun aparat Kepolisian untuk selekasnya menginvestigasi selesai aksi yang dinilai begitu tidak patut itu.

“Kami akan selekasnya memberikan laporan masalah pendapat tindak pidana pemilu ini. Ayolah kita buat iklim politik yang sejuk. Jangan pernah terulang lagi,” ujarnya.