Tertembak 5 Kali Untuk Rekan, Murid di Florida Jadi Pahlawan

Tertembak 5 Kali Untuk Rekan, Murid di Florida Jadi Pahlawan

            PARKLAND, Seseorang remaja tertembak lima kali dalam insiden penembakan brutal yang dikerjakan Nikolas Cruz (19) di SMA Marjory Stoneman Douglas pada minggu kemarin.

Anthony Borges (15) meletakkan dianya dalam kondisi bahaya untuk mengunci pintu kelasnya hingga beberapa rekannya bisa selamat dalam insiden mengerikan itu.

Rekan-rekan Borges mengatakannya jadi pahlawan karna sudah menyelamatkan mereka. Sesaat ada 17 korban yang ditembak mati Cruz.

Borges menanggung derita luka tembakan di punggung serta kakinya saat dia mengunci pintu serta menghambat pintu masuk dengan badannya. Sesaat 20 rekan yang lain selamat tanpa ada luka karena tindakan beraninya.

Ditulis dari NBC News, Senin (19/2/2018), kepolisian Florida menjenguk Borges dirumah sakit. Mereka menyebutkan, remaja pria itu tengah dalam masa pemulihan.

Teman dekat Borges, Carlos Rodriguez, menyebutkan, Borges melakukan tindakan amat cepat untuk menyelamatkan nyawanya.

” Tak ada dari kami yang tahu mesti bagaimana. Jadi, dia ambil gagasan menyelamatkan rekan sekelasnya, ” tuturnya.

Baca Juga : Kader PKB, PPP, serta Hanura Jawa barat Alihkan Support ke Paslon Beda

Unggahan di Facebook sebagai viral tunjukkan gambar kepala kepolisian setempat, Scott Israel, menjenguk Borges dirumah sakit. Ruangan perawatan Borges juga dipenuhi dengan hadiah serta balon.

” Dia tengah dalam masa pemulihan, namun masih tetap hadapi operasi penambahan, ” catat account Facebook kepolisian Broward, Florida.

Situs donasi GoFundMe yang sudah di konfirmasi kepolisian Broward menyatukan lebih dari 100. 000 dollar AS atau Rp 1, 3 miliar mulai sejak di buka Kamis minggu kemarin. Uang itu juga akan disumbangkan pada Borges.

” Dia yaitu pahlawan saya, ” tutur Royer Borges, bapak Anthony Borges.

Borges serta korban yang lain masih tetap dirawat dirumah sakit dalam keadaan baik serta stabil.

Sesudah berlangsung insiden penembakan di sekolah mereka, beberapa murid memperjuangkan perubahan undang-undang pengendalian senjata. Mereka lakukan unjuk rasa sampai ke depan Gedung Putih.

Support by : kompas.com