“Spider-Man” Perancis Ditahan Usai Panjat Gedung 123 Lantai di Seoul

SEOUL – Seorang pemanjat bebas asal Perancis ditahan kepolisian Seoul setelah kedapatan sedang memanjat sebuah gedung berlantai 123, Rabu (6/6/2018).

Alain Robert yang dikenal dengan julukan “Spider-Man Perancis” itu terpaksa menghentikan usahanya memanjat ke puncak gedung setelah ditahan petugas keamanan saat mencapai lantai 75.

Pria berusia 55 tahun tersebut memanjat Lotte World Tower dari sisi luar gedung dengan menggunakan tangan kosong dan tanpa alat pengaman. Sementara petugas mengejarnya dari bagian dalam gedung.

“Saya sempat naik sekitar 75 lantai dan setelahnya petugas mengejar saya seperti kucing dan tikus. Akhirnya saya memutuskan untuk menyerah,” kata Robert saat ditahan petugas.

Petugas berhasil memaksa Robert menghentikan aksinya dan naik ke atap gedung menggunakan gondola perawatan sebelum akhirnya ditahan.

Saat menunggu diproses oleh polisi, Robert mengaku kepada AFP jika dirinya melakukan aksi pemanjatan tersebut sebagai bentuk perayaan atas perdamaian yang tercapai antara Korea Utara dengan Korea Selatan baru-baru ini.

“Saya kemungkinan akan dijatuhi hukuman denda cukup besar, tapi saya melakukan ini untuk merayakan apa yang terjadi antara Korea Selatan dan Utara.”

“Ini adalah cara saya mengucapkan terima kasih saya kepada Kim Jong Un dan Moon Jae-in,” kata Robert.

Namun petugas kepolisian tampaknya tidak akan terlalu mempedulikan alasan Robert melakukan aksinya yang berbahaya.

“Sangat disayangkan. Dia memanjat tanpa izin dan ini sangat berbahaya,” kata juru bicara Lotte World Tower, You In-sik.

Alain Robert merupakan seorang pemanjat bebas yang dikenal kerap memanjat bangunan dan konstruksi tinggi di dunia.

Baca Juga : Bupati Purbalingga Ditetapkan Tersangka, Wabup Jadi Pelaksana Tugas

Dia telah memanjat lebih dari 100 struktur pencakar langit tanpa menggunakan tali maupun peralatan keselamatan lainnya. Dia telah mencatatkan namanya dalam rekor dunia Guinness

Keberhasilannya menaklukkan berbagai konstruksi pencakar langit di antaranya Menara Eiffel di Paris, Gedung Opera Sydney, Menara Kembar Petronas di Kuala Lumpur, hingga Burj Khalifa di Dubai.

Khusus untuk menara Burj Khalifa, Robert menggunakan alat bantu berupa perangkat hisap dan tali pengaman karena tidak adanya tempat untuk pijakan di sisi luar bangunan.