Seseorang Penumpang Tuntut Garuda Indonesia Rp 11, 25 Miliar

Seseorang Penumpang Tuntut Garuda Indonesia Rp 11, 25 Miliar

              JAKARTA, B. R. A Kosmariam Djatikusomo menuntut PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) sebsar Rp 11, 25 miliar. Kosmariam yaitu seseorang penumpang pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-264 dengan rute Bandara Soekarno Hatta-Jakarta menuju Bandara Blimbingsari-Banyuwangi.

” Iya barusan hari ini, Rabu (11/4/2018) didaftarkan tuntutannya ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor perkara 215/PDT. G/2018/PN. JKT. PST, atas perbuatan melawan hukum yang dikerjakan Garuda, ” kata David Tobing, kuasa hukum Kosmariam seperti diambil dari Kontan. co. id.

David mengatakan, tuntutan itu diserahkan karena ada insiden yang menerpa dalam penerbangan GA-264 yang berlangsung pada 29 Desember 2017.

Insiden berlangsung saat pramugari Garuda tengah memberi makanan pada penumpang (Meal and Beverage Serving), serta menumpahkan dua gelas air panas ke badan Kosmariam hingga mengakibatkannya alami cacat tetaplah.

” Kami menilainya pramugari Garuda lupa, karna beberapa pramugari yang sediakan makanan tengah bercakap keduanya, hingga menumpahkan air panas, ” tuturnya.

Baca Juga : PKB Akui Cak Imin Dapat Dukung Prabowo bila Tidak berhasil Jadi Cawapres Jokowi

David mengategorikan cacat tetaplah yang dihadapi clientnya merujuk ketetapan Pasal 1 angka 14 Ketentuan Menteri Perhubungan No. PM 77 Th. 2011 mengenai Tanggung Jawab Pengangkutan Udara.

Dalam pasal itu dijelaskan kalau cacat tetaplah yaitu kehilangan atau mengakibatkan tidak berperannya yaitu satu diantara anggota tubuh atau yang memengaruhi kesibukan dengan normal seperti hilangnya tangan, kaki, atau mata, termasuk juga dalam artian cacat tetaplah yaitu cacat mental.

” Karena insiden itu, kulit client kami melepuh, serta tidak dapat kembali seperti awal mulanya. Hingga sesuai sama ketetapan itu, ” lanjutnya.

David juga menyayangkan aksi Garuda yang tidak kooperatif sesudah peristiwa, karena sepanjang 1, 5 bln. sesudah insiden, Kosmariam tidak sempat sekali lagi dihubungi Garuda.

” Saat peristiwa perlakuannya juga minim, penggugat cuma diberi salep, sesudah tiba di tujuan memanglah segera dibawa ke rumah sakit. Cuma saja sepanjang 1, 5 bln. saat peristiwa Garuda tidak sempat menghubungi sekali lagi, ” sambungnya.

Dalam tuntutan, Kosmariam memohon ubah rugi sejumlah Rp 1, 25 miliar atas kerugian material, serta sejumlah Rp 10 miliar atas ubah rugi imaterial.

Support by : kompas.com