‘Raisa’ Terciduk Ikutan Aksi Demo 22 Mei

Ada pemandangan unik di Aksi 22 Mei depan kantor Bawaslu, Jakarta Pusat. Di balik barikade polisi, terparkir beberapa kendaraan khusus yang digunakan untuk mengamankan massa. Mulai dari barakuda, canon water, hingga yang bikin banyak netizen gagal fokus adalah mobil ‘Raisa’.

Eits tunggu dulu, nama yang diusung oleh Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polri ini bukan terinspirasi dari penyanyi cantik yang terkenal lewat lagu “Kali Kedua” itu. Kepanjangan mobil Raisa adalah “Pengurai Massa”.

Pemilihan nama itu bukan tanpa sebab, Okezoners. Sesuai dengan namanya, mobil ini dilengkapi teknologi untuk mengatasi bila terjadi kerusuhan. Kebetulan, Okezone sempat berbincang singkat dengan salah satu polisi yang bertugas mengendarainya. Sebut saja Joko (Bukan nama asli).

Menurut penuturan Joko, mobil Raisa dulunya disebut dengan istilah ‘Penling’ alias penerangan keliling. Dalam arti lain, mobil ini dilengkapi alat atau lampu untuk menerangi area-area tertentu, kemudian ada juga video dan alat canggih lainnya.

“Ada pengeras suaranya juga mas. Biasanya yang ngomong itu Kapolres untuk berkomunikasi dengan massa,” terang Joko di depan kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, 22 Mei 2019.

Baca Juga : Kinerja KPU Dinilai Sudah Terbuka dan Diawasi Publik

Nah, di Aksi 22 Mei ini, ada beberapa mobil Raisa yang sudah siap berjaga. Mobil Raisalah yang biasanya akan dioperasikan terlebih dahulu saat potensi-potensi kerusuhan sudah mulai meningkat.

“Kalau komunikasi tidak berjalan lancar, baru dikeluarkan barakuda yang berisikan gas air mata. Setelah itu, ada water cannon. Jadi mobilnya ada semprotan air untuk membubarkan massa,” pungkas Joko.