Polri Diminta Tindak Tegas Pemuda yang Ancam Penggal Kepala Jokowi saat Demo di Bawaslu

JAKARTA – Sebuah video seorang pemuda melontarkan ucapan bernada ancaman kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam video berdurasi sekira 17 detik yang diunggah akun Instagram @jurnalpalma, tampak seorang pemuda berbaju coklat dan memakai peci hitam menyatakan siap memotong leher orang nomor satu di Indonesia tersebut.

Lokasi pengambilan video itu diduga saat aksi unjuk rasa di depan Bawaslu pada Jumat, 9 Mei 2019. Di sekeliling pemuda itu juga terlihat sekumpulan massa aksi lainnya.

Tak hanya itu, ciri-ciri lainnya, tampak warna pagar kantor Bawaslu RI yang berwarna abu-abu. Lokasi gedung itu berada di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Menanggapi video ancaman tersebut, Wakil Ketua Rumah Aspirasi Jokowi-Ma’ruf Amin, Michael Umbas menyatakan, pihaknya mengecam keras sekaligus mengutuk salah satu pendemo yang mengancam untuk memenggal kepala Presiden Jokowi.

“Pendemo tersebut terbukti bermental barbar, dan penyebar teror. Sudah sepatutnya hukum tak boleh tunduk terhadap mereka yang brutal. Ada adagium “lex dura sed tamen scripta” yang berarti “hukum itu keras, dan memang begitulah bunyi atau keadaannya, karena semua demi kepastian dalam penegakannya. Kepastian hukum akan menghadirkan tertib masyarakat,” urai Umbas dalam keterangannya, Sabtu (11/5/2019).

Baca Juga : Dovizioso Nilai MotoGP 2019 Lebih Kompetitif

Dia menerangkan, ancaman akan memenggal kepala Jokowi jelas meresahkan. Dia berharap, aparat penegak hukum dalam hal ini pihak kepolisian menindak pendemo yang mengumbar ancaman pembunuhan tersebut.

“Tak hanya itu, si pendemo pun bersumpah dengan membawa nama Tuhan. Jangan sampai kejadian seperti itu dibiarkan, karena berpotensi menjurus konflik di tengah masyarakat. Kami optimis institusi Polri tidak berdiam diri,” ucap dia.

“Perlu diingat, Presiden merupakan simbol Negara.