PKB Pastikan Peringatan Hari Santri Nasional Tak Akan Jadi Ajang Kampanye

JAKARTA – Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB) pastikan acara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang akan berjalan pada Minggu, 30 September 2018, tidak dipakai menjadi arena kampanye.

Wakil Sekretaris Jenderal PKB Jazilul Fawaid menyampaikan mereka bukan relawan yang mensupport pasangan calon, seperti yang di dukung partainya, Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Yang pasti untuk HSN, di pemilihan presiden tidak jadi sisi dari relawan atau team Pak Jokowi, kita tidak daftarkan diri menjadi sisi dari relawan itu,” katanya di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2018).

Jazilul menyampaikan, penyelenggaraan acara bertepatan dengan pelaksaan car free day, yang perlu bebas dari pekerjaan politik.

Hal tersebut tertuang dalam Ketentuan Gubernur DKI Jakarta Nomer 12 Tahun 2016 mengenai Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) yang mengatakan, ruang car free day mesti bebas pekerjaan politik.

Oleh karenanya, ia akan mengimbau beberapa peserta tidak untuk membawa alat peraga kampanye, ternasuk bendera PKB, waktu acara.

Jazilul pastikan, acara itu akan konsentrasi untuk memperingati beberapa santri.

“Jika dibolehkan ya kita bawa serta, tetapi kan gak bisa, takutnya yang lainnya bawa serta. Tetapi jika di kita tidak ada instruksi untuk membawa gambar-gambar itu. Kita pure Hari Santri,” papar dia.

Baca Juga : Bupati Kendal Diperiksa Terkait Kasus Dugaan Korupsi Mading Elektronik

Pekerjaan yang akan dikerjakan di hari itu ialah jalan sehat ala santri dengan memakai sarung. Titik awal perjalanan diawali dari Monumen Nasional.

Dalam serangkaian acara peringatan itu, mereka akan membuat pekerjaan bertaraf nasional untuk bersihkan pasar serta masjid, lomba membaca Kitab Kuning, sampai stand up ala santri.