Pit Beirer Tak Terima Motor KTM Disebut Kurang Konsisten Musim Ini

MISANO – Tim Pabrikan asal Austria, KTM Red Bull, tengah berada dalam masalah lantaran pembalap mereka, Johann Zarco, memilih untuk mengakhiri kontrak pada akhir musim nanti. Padahal, Zarco sendiri masih terikat kontrak hingga akhir 2020 mendatang.

Pembalap asal Prancis itu disebut-sebut menyerah untuk menaklukkan motor RC-16 milik KTM. Performa kurang konsisten dari kuda besinya diyakini menjadi salah satu alasan utamanya.

Mengetahui kabar tersebut, Direktur KTM Pit Beirer, memberikan tanggapannya. Beirer tak terima performa RC-16 dijadikan kambing hitam atas keputusan hengkangnya Zarco. Ia pun membandingkan dengan rekan satu tim Zarco, Pol Espargaro yang dinilainya mampu tampil apik di sesi kualifikasi dan bersaing di posisi 10 besar pada balapan akhir pekan.

“Saya tidak dapat memvalidasi kata-kata seperti itu (terkait kurang konsistennya motor KTM musim ini) terutama ketika Anda melihat apa yang dilakukan Pol Espargaro. Seperti yang Anda lhat, Dia (Espargero) secara praktis mengintegrasikan Q2 dan merupakan salah satu dari sepuluh pembalap teratas,” ujar Beirer, melansir dari laman PaddockGP, Selasa (10/9/2019).

Baca Juga : Sisa 4 Kota, PB Djarum Tak Cantumkan Logo Perusahaan di Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis

Selain itu, Beirer juga menyoroti peran penting seorang Dani Pedrosa sebagai pembalap pengembang KTM di 2019 kali ini. Beirer juga meyakini kalau pembalap Spanyol itu bakal membawa KTM menuju masa depan yang lebih baik.

“Juga harus dicatat bahwa konfigurasi motor yang digunakan Johann memenuhi syarat di barisan depan di Brno adalah konfigurasi yang dirancang oleh Dani Pedrosa. Kami masih di garis depan! Saya jarang melihat motor buruk di garis depan balapan MotoGP. Saya tidak berpikir kami berada di arah yang salah. Bekerja dengan Dani (Pedrosa) adalah hal yang hebat. Dia memimpin sepeda motor kita menuju kesuksesan sudah jelas,” tandasnya.