Persentase Partisipasi Pilkada 2018, Papua Tertinggi, Riau dan Kaltim Terendah

JAKARTA – Walau dilanda beragam permasalahan sepanjang Pilkada Serentak 2018, Papua mencatatkan diri menjadi propinsi dengan prosentase partisipasi paling tinggi.

Data itu merujuk pada data Tubuh Pengawas Pemilu (Bawaslu) waktu mengemukakan laporan pengawasan sistem Pilkada Serentak 2018.

” Paling tinggi dengan sejumlah catatan itu di Papua sebesar 84 %, ” tutur Anggota Bawaslu Mochamad Afifuddin pada konferensi pers, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Jumlahnya orang-orang Papua yang memakai hak tentukan sampai 2, 91 juta pemilih, atau 84 % dari keseluruhan jumlahnya pemilik hak tentukan yang sampai 3, 4 juta lebih pemilih.

Menurut Afif, apabila lihat tujuan pemilih dari Komisi Penentuan Umum (KPU) yang sebesar 77 %, jadi cuma Papua yang melewati tujuan.

Selain itu, propinsi dengan prosentase jumlahnya pemilih Pilkada yang sangat kecil yaitu Riau serta Kalimatan Timur sebesar 58 %.

Di Riau, jumlahnya pemakai hak tentukan sejumlah 2, 14 juta pemilih dari jumlahnya DPT Riau yang sampai 3, 6 juta lebih pemilih.

Mengenai di Kalimantan Timur, jumlahnya pemakai hak tentukan sejumlah 1, 3 juta dari keseluruhan pemilik hak tentukan 2, 33 juta pemilih.

Berdasarakan data Bawaslu, keseluruhan prosentase partisipasi pemilih pada Pilkada 2018 di 17 Propinsi cuma sampai 69 % yaitu sebesar 98, 6 juta pemilih dari jumlahnya orang-orang yang mempunyai hak tentukan.

Baca Juga : PKS Tetap Yakin Prabowo Gandeng Kadernya untuk Cawapres

” Jadi catatannya masih tetap butuh didorong benar bagaimanakah partisipasi orang-orang ini betul-betul optimal hingga titik yang sangat minim, ” kata Afif.

Oleh karena itu, penentuan Wali Kota Makassar akan diulangi pada pilkada serentak th. 2020.