Periksa Taufik Kurniawan, KPK Telusuri Sumber Uang Suap

JAKARTA -Pemeriksaan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), Jakarta, selesai pada Rabu (7/11/2018) malam.

Taufik dicheck menjadi saksi untuk terduga korporasi PT Tradha. Perusahaan itu disangka digunakan Bupati nonaktif Kebumen M Yahya Fuad lakukan pencucian uang.

Mengenai beberapa pendapat pencucian uang yang dikerjakan berlangsung pada tahun 2016-2017. PT Tradha disangka memakai jati diri lima perusahaan lainnya untuk memenangi delapan project di Kabupaten Kebumen dengan nilai keseluruhan Rp 51 miliar.

“Pada TK (Taufik Kurniawan) barusan didalami asal-usul uang yang disangka di terima TK, adakah ataukah tidak yang berkaitan PT Tradha,” kata Febri dalam info tercatat, Rabu.

Selain itu, Taufik malas menuturkan dengan detil berkaitan pemeriksaannya di hari ini. Karena, semua keterangannya telah dikatakan pada penyidik.

“Bertanya pak penyidik saja ya. Nantikan tanggal mainnya,” tutur Taufik sekalian masuk mobil tahanan KPK.

Dalam masalah PT Tradha, perusahaan itu ikut disangka terima uang dari beberapa kontraktor yang disebut fee project di Kebumen seputar Rp 3 millar yang dipandang seakan-akan menjadi utang.

KPK menyangka uang yang didapat dari proyek-proyek itu bercampur dengan sumber yang lain dalam catatan keuangan PT Tradha. Uang itu disangka jadi keuntungan yang digunakan untuk kebutuhan pribadi Fuad.

Baca Juga : Pemilu Paruh Waktu AS: Partai Demokrat Menang di DPR, Ini Reaksi Trump

Dalam peningkatan masalah di Kebumen, Taufik jadi terduga sebab disangka terima fee seputar Rp 3,65 miliar dengan setahap dari Fuad.

Fee itu untuk pengurusan biaya Dana Alokasi Spesial (DAK) Kabupaten Kebumen dari APBN Pergantian Tahun 2016.