Pengakuan Jonatan Christie Sempat Ingin Setop Jadi Pebulutangkis

Agen Judi Online – Jonatan Christie akui sempat ingin stop jadi olahragawan bulu tangkis. Kemauan itu ada saat dianya sedang dalam titik terikuth.

Hal tersebut dia berikan pada Menpora Zainudin Amali dalam acara bercakap dengan olahragawan lewat live Instagram Kemenpora. Awalannya menteri asal Gorontalo itu bertanya apa Jonatan pernah merasakan down ditambah lagi saat kalah pada sebuah kompetisi.

“Akhir-akhir ini sebetulnya saya sempat merasai mentalnya cukup down. Ada satu peristiwa saya gagal keluarkan kekuatan di laga, walau sebenarnya persiapan saya lumayan baik. Nah, pada kondisi itu saya kadang (berpikir), mengapa ya saya telah menyiapkan secara baik tetapi hasilnya tidak searah?” Jonatan mengutarakan seperti diambil detikSport.

“Disana saya seringkali saya down. Tetapi sekarang ini telah mulai sembuh. Pertama sebab dialog dengan pelatih, banyak belajar apa kekeliruannya serta apakah yang kurang, serta terus berdoa,” tutur ia.

Baca Juga : Arthur Pernah Dapat Puja-puji Messi, eh Kini Malah Dijual Barca

Keadaan itu, ucap juara New Zealand 2019 ini, seringkali ingin membuat stop jadi pebulutangkis.

“Sempat. Serta tidak hanya sekali, seringkali. Tetapi balik lagi sebetulnya perang mentalnya jika kita dapat sukses atau enggaknya di waktu semacam itu. Bila mudah menyerah, saya dapat katakan ke pelatih. Saya cukup di sini, saya ingin stop serta telah saja. Tetapi kembali lagi saya mujur punyai pelatih serta keluarga di saat semacam itu,” tutur ia.

Proses dari belajar itu, Jonatan pada akhirnya dapat menunjukkan dianya dapat berkompetisi dengan tunggal putra yang lain di arena dunia. Ia sukses mematahkan stigma cuma jago di multievent.

Pemain yang akan berumur 23 tahun 15 September akan datang sukses memenangkan kompetisi BWF World Tur Super New Zealand serta Australia Open 2019.

“Saya pikir tetap harus belajar serta jangan sampai senang. Jika kita telah berasa terhebat akan ada waktu kita mulai tidak konsentrasi latihan, kurangi latihan, serta menggampangkan semua. Jadi tetap harus konsentrasi, rendah hati, serta tidak memandang kita hebat,” tuturnya.