Penasihat Keamanan AS: Masih akan Ada Sanksi Tambahan untuk Iran

PARIS – Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton menjelaskan mungkin akan ada penambahan sangsi pada Iran.

Pengakuan itu hadir cuma beberapa waktu semenjak Washington kembali menetapkan sangsi, yang diklaim paling berat, pada Iran, pada Senin (5/11/2018) kemarin.

Bolton menjelaskan, 2x sangsi yang dijatuhkan AS pada bulan Agustus serta awal minggu ini, dipandang sudah sukses memberikan efek yang cukuplah berarti pada perekonomian Iran serta aksi Teheran di luar negeri.

“Saya fikir kita akan lihat semakin banyak kembali sangsi mendatang dari sekian waktu serta penegakan sangsi yang lebih ketat,” kata Bolton pada wartawan di Paris, Kamis (8/11/2018).

Waktu di tanya perihal apakah yang bisa menjadi tujuan sangsi mendatang, Bolton menjawab masih tetap terdapat beberapa perihal yang dapat dikerjakan di lokasi terorisme serta kontraterorisme.

Awal mulanya, sangsi yang diresmikan AS pada Iran mengarah pada industri minyak, pengiriman, serta perbankan.

Sangsi mempunyai tujuan untuk menghambat rezim Iran dalam mendapatkan pemasukan yang akan dipakai untuk memberi dukungan program nuklir serta tindakan terorisme.

Baca Juga : HNW: Jangan Mubazirkan Hak Pilih Kita

Sesaat Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi jika sangsi yang dijatuhkan AS akan mengakibatkan perekonomian Iran alami penurunan sampai 1,5 % tahun ini serta 3,6 % pada tahun kedepan.

“Kami lihat tanda-tanda jika sangsi sudah memengaruhi kegiatan perang mereka di Irak, Suriah, serta Yaman. Memanglah belum cukuplah, tetapi itu mulai memberi efek,” kata Bolton dikutip AFP.