Pemprov DKI Diminta Pertegas Aturan Zona PKL

JAKARTA – Pengamat Tata Kota dari Kampus Trisakti, Yayat Supriatna menyikapi ramainya pedagang kaki lima (PKL) yang ramai nampak pada musim berlibur. Ia mengharapkan Pemprov DKI Jakarta dapat menertibkan PKL.

” Sebenarnya bisa saja memberi ruangan untuk PKL, namun mesti ditata. Ibaratnya bila dahulu ada batasannya namanya Zone Merah, Zone Kuning serta Zone Hijau, ” kata Yayat waktu dihubungi Kompas. com, Jumat (22/6/2018).

Yayat menuturkan semasing zone berdasar pada ketentuan peletakan PKL. Zone Merah berarti tak bisa ada PKL sekalipun seperti jalan protokol serta beberapa tempat yang bisa mengakibatkan kerusakan estetika kota.

Zone Kuning berarti diizinkan usaha, namun ditata dengan jam.

” Seperti (PKL) di Tanah Abang. Mereka hanya dari jam 8 (pagi) hingga sore, ” tuturnya.

Lalu, Zone Hijau berarti lokasi yang disebut resmi bisa dipakai untuk PKL.

” Nah saat ini alur pembagian zone itu yang harusnya diputuskan serta diputuskan dengan juga daya tampungnya. Saat ini lantaran lapangan kerja terbatas, banyak jadi PKL dadakan. Tumbuh kembang dimana-mana, ” kata dia.

Yayat mengatakan satu diantara contoh PKL musiman, yakni di Kota Tua, Jakarta Barat. Beberapa pedagang ramai nampak pada libur lebaran yang berjalan mulai sejak minggu lalu sampai mengokupasi jalan.

” Kita itu kan umumnya negosiasi selalu serta terkadang yang agak punya masalah sukai katakan gini ‘biar macet asal makan’. Jadi ya seolah-olah ‘Ya ini kan buat warga kita bisa lah sekali satu tahun atau usaha. Saat kita larang selalu, mereka juga manusia’, ” kata Yayat.

Baca Juga : Amnesty International: Vonis Aman Abdurrahman Bukan Solusi Atasi Terorisme

Ia mengharapkan ada penegasan dalam penyusunan zone peletakan PKL. Hal semacam itu dikerjakan supaya tak ada PKL sebagai korban pemakaian oknum spesifik untuk dapat berdagang di tempat yang mereka kehendaki.

” Janganlah ada tawar menawar, meskipun buat warga DKI ataulah bukan, mesti ada ketegasan, janganlah senantiasa ada ruangan negosiasi serta menyebabkan keruwetan, ” imbuhnya.