Pemkot Jaksel Belum Temukan Pelanggaran di Chameleon Club Blok M

JAKARTA – Kasudin Pariwisata serta Kebudayaan Jakarta Selatan Nursyam Daoed menyampaikan, pihaknya tak temukan type perlahanggaran apapun yang berlangsung di Chameleon Party Club, Blok M, Jakarta Selatan.

Rangkuman ini di ambil sesudah aparat Pemerintah Kota Jakarta Selatan meninjau segera serta mengklarifikasi aduan masalah praktek prostitusi yang berlangsung disana.

Nursyam menuturkan, surat-surat izin kepariwisataan Chameleon Party Club juga komplit.

” Kami saksikan perizinan dia komplit. Hingga sekarang ini kami tak temukan ada perlahanggaran, ” tutur Nursyam di Chameleon Party Club, Jumat (29/6/2018) malam.

” Yang memiliki karaoke telah buat pernyataan kalau aduan ini tak benar ada, ” imbuhnya.

Walau sekian, Nursyam menyebutkan penyelidikan tak berhenti hingga malam itu. Mereka selalu lakukan pengawasan untuk menunjukkan kebenaran aduan itu.

Nursyam mengemukakan, jika aduan ini dapat dibuktikan, Chameleon Party Club bakal segera ditutup sesuai sama Ketentuan Gubernur Nomer 18 Th. 2018 perihal Penyelenggaraan Usaha Pariwisata.

” Bila memanglah pengaduan ini dapat dibuktikan, terlebih prostitusi, narkoba, perjudian, segera dikerjakan sangsi penutupan, ” kata Nursyam.

Pada awal mulanya di beritakan, Chameleon Party Club diadukan jadi tempat praktek prostitusi. Aduan ini segera di sampaikan ke Gubernur Anies.

Anies lalu memerintahkan Pemerintah Kota Jakarta Selatan untuk menelusuri aduan itu.

Penyidik Sudin Parbud Jakarta Selatan Masri Sabar membacakan isi surat aduan itu.

Baca Juga : Soal Impor Sawit ke Uni Eropa, Jokowi Bentuk Satuan Tugas

” Minta sangkanya tindak tegas pariwisata yang di dukung Disparbud DKI, suatu usaha pelacuran dengan berlindung dibalik usaha Chameleon, ” kata Masri membacakan surat aduan ini.

Manajer Operasional Chameleon Party Club Achmad Syaichu menyanggah aduan itu.