Pemilu Paruh Waktu AS: Partai Demokrat Menang di DPR, Ini Reaksi Trump

WASHINGTON – Partai Demokrat diyakinkan akan kuasai House of Representative atau DPR AS sesudah memenangi lebih dari separuh jumlahnya kursi yang diperebutkan dalam pemilu seseparuh sesi.

Dari keseluruhan 435 kursi, Partai Demokrat sudah diyakinkan mencapai sekurang-kurangnya 219 kursi, atau lebih satu kursi dari yang diperlukan untuk menggantikan DPR AS dari Partai Republik.

Menyikapi hal tersebut, Presiden Donald Trump yang datang dari Republik, pilih meremehkan kekalahan partainya di DPR serta lebih rayakan hasil kemenangan di Senat.

Dalam account Twitter-nya, Trump menulis jika partainya sudah mencapai keberhasilan besar dalam pemilu seseparuh sesi tahun ini.

“Kesuksesan yang mengagumkan malam hari ini. Terima kasih untuk semua,” catat Trump pada Selasa (6/11/2018).

Partai Republik sudah sukses mengamankan 54 kursi Senat. Makin bertambah tiga kursi dari mulanya, dengan menaklukkan calon petahana dari Demokrat di empat negara sisi, yaitu di Indiana, Missouri, North Dakota, serta Florida, akan tetapi kehilangan satu kursi senat di Nevada.

Selain itu, Pemimpin Minoritas Demokrat di DPR, Nancy Pelosi akan diangkat jadi ketua DPR baru dengan kemenangan partainya.

Dalam pidato kemenangannya, Pelosi menyebutkan hari-hari besok bisa menjadi hari-hari baru di Amerika.

Pelosi yang awal mulanya ikut menjabat menjadi Ketua DPR dari 2007 sampai 2011 mengatakan terima kasih pada rakyat Amerika yang sudah pilih hari esok yang lebih baik buat generasi hari esok Amerika.

Trump sendiri sudah mengatakan selamat pada Pelosi. Akan tetapi pertentangan pada ke-2 politisi ini baru akan diawali saat Kongres baru disumpah pada 3 Januari 2019 yang akan datang.

Demokrat sudah janji akan mengadakan rangkaian investigasi pada pemerintahan Trump.

Daftar-daftar yang telah disiapkan salah satunya ialah dakwaan kolusi kampanye kepresidenan Trump dengan Rusia, pajak penghasilan Trump yang sampai kini belum pernah launching ke publik, dan rangkaian dakwaan perseteruan kebutuhan Trump, keluarga, serta anggota kabinetnya.

Baca Juga : Jelang Lawan Jonatan, Anthony Lebih Fokus pada Diri Sendiri

Tidak tertinggal beberapa suara untuk memakzulkan Trump yang hadir dari anggota-anggota DPR Demokrat.

Kekalahan Republik di DPR ikut bermakna presiden berumur 72 itu mesti melupakan legislasi-legislasi ambisiusnya seperti pembangunan tembok perbatasan Meksiko, pencabutan Undang-Undang Kesehatan Obamacare, dan kebijaksanaan garis keras pada imigran yang semua hampir juga bakal ditentang Demokrat.