Pemerintah Berencana Pulangkan WNI Eks ISIS di Timur Tengah

Agen Judi Online – Pemerintah merencanakan memulangkan beberapa masyarakat negara Indonesia (WNI), yang pernah masuk dengan barisan teroris Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), yang sekarang tengah ada di sejumlah negara di Timur Tengah.

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menjelaskan, jika pemerintah sekarang masih membahas peluang memulangkan mereka ke Indonesia.

“Gagasan pemulangan mereka itu belum ditetapkan pemerintah, serta masih ditelaah dengan jeli oleh beberapa lembaga berkaitan dibawah pengaturan Menkopolhukam. Pasti ada beberapa hal yang diperhitungkan, baik efek positif atau negatifnya,” jelas Fachrul dari info sah Kemenag.go.id, Senin (3/2/2020).

Dia menjelaskan, Tubuh Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus mengulas masalah WNI yang pernah masuk dengan ISIS dengan kementerian berkaitan. Menurut Menag, pemerintah mengutamakan utamanya usaha pembinaan bila bekas ISIS ini akan dipulangkan.

Walau demikian, bekas Wakil Panglima TNI itu memandang proses pembinaan bekas anggota ISIS bukan hal gampang karena mereka sudah terkena oleh idealisme yang benar-benar radikal.

Baca Juga : Manchester United Tak Lagi Seksi untuk Striker Top

“Kita selalu usahakan langkah paling baik, dengan merajut kolaborasi semua komponen warga. Bukan sekedar pemerintah, dan juga LSM serta organisasi masyarakat keagamaan,” tegas Menag yang pimpinan Organisasi masyarakat Pejuang Bravo-5.

Bersama dengan beberapa organisasi relawan Jokowi-Ma’ruf Amin, faksinya berkemauan meneruskan dedikasi memberi dukungan kebijaksanaan Indonesia Maju serta menjaga kerukunan serta persatuan bangsa.

Kemenag, lanjut Fachrul, selalu menggerakkan penguatan moderasi beragama. Hingga, warga terus dikasih pandangan keagamaan mengenai utamanya nilai-nilai moderasi serta toleransi supaya tidak terjerat dalam pandangan yang terlalu berlebihan, baik kiri berbentuk liberalisme-sekular, atau kanan dalam sikap konservatisme-radikal.

“Semua kita ajak serta bina untuk mendekat pada titik gravitasi kesetimbangan, berbentuk moderasi beragama. Mudah-mudahan, ini dapat juga dikerjakan pada beberapa Bekas ISIS bila mereka akan dipulangkan,” pungkasnya.