PDIP soal Kritik NasDem DKI: Jokowi Lebih Aktif ke Lapangan Atasi Banjir

Agen Judi Online – PDIP pilih berlaku netral berkaitan kritik Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta pada Presiden Joko Widodo (Jokowi) serta memberikan pujian pada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berkaitan banjir. Tetapi, PDIP menyebutkan Jokowi lebih aktif ke lapangan untuk menangani banjir.

“Ini, jadi saya ingin mengambil urutan netral ini. Jadi tidak bela Pak Jokowi, tidak bela Anies, sebab dua-duanya semua memiliki argumentasi. Hanya saja, Pak Jokowi lebih pro aktif turun ke lapangan, menangani. Jadi jaman Pak Jokowi itu bukan tidak banjir, banjir, tetapi dalam sekejap usai,” kata Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Komarudin memandang Anies seringkali beretorika daripada kerja di lapangan. Ia menyebutkan Anies tidak sama dengan Jokowi.

“Kemungkinan Pak Anies sepanjang jadi Gubernur masih banyak pula rencana, retorikanya dibanding kerja di lapangan. Itu perbedaannya saja disana. Perbedaannya Pak Anies dengan Pak Jokowi serta Pak Ahok disana,” sebut Komarudin.

“Mengapa demikian? Sebab Pak Jokowi atau Pak Ahok itu orang lapangan. Pak Anies, kita ketahui ia ilmuwan, cendekiawan, orang universitas. Jadi waktu banyak di teori. Dua (Jokowi serta Ahok) ini langsung praktik,” paparnya.

Akan tetapi, Komarudin lihat ada beberapa pihak yang coba manfaatkan permasalahan banjir ini untuk cari popularitas. Ia minta faksi berkaitan untuk sedikit bicara.

Baca Juga : Thailand Masters: Fitriani Kalah, Hafiz/Gloria ke Babak Kedua

“Tetapi saya ingin komentar, semua terlihat manfaatkan permasalahan banjir Jakarta ini untuk orang mencari popularitas juga. Yang saya perhatikan demikian ya, fair saya. Jadi dari dahulu tiap banjir orang tidak menangani, kan orang tak perlu bicara, langsung menangani permasalahan,” tuturnya.

Ketua DPP Bagian Kehormatan PDIP itu memandang harus ada ide besar untuk menangani permasalahan banjir di Jakarta. Ide besar itu, ucap ia, dapat dengan manfaatkan fasilitas serta prasarana yang ada.

“Butuh ide besar. Contoh jika memang saat ini sebutkan yang dipercaya dapat mengakhiri masalah ialah normalisasi, bermakna kan melepas demikian tempat, selama jalan sampai ke laut sana untuk air dapat terbuang. Waktu negara tidak dapat tangani barang ini,” ucapnya.

“Yang penting, jika saya tangani permasalahan ini, jika saya, saya meminta TNI dengan alat beratnya, lakukan dalam tempo 3-4 bulan usai ini barang. Itu baru memakai kekuasaan dengan efisien serta efektif,” sambung Komaruddin.

Awalnya, Presiden Jokowi memandang tidak butuh inspirasi baru dalam mengatasi banjir Jakarta sebab telah ada masterplan tahun 1973. Partai NasDem DKI menyikapi Jokowi dengan gawat dan memberikan pujian pada Gubernur Anies Baswedan dalam mengatasi efek banjir waktu tahun baru 2020.

“Pak Jokowi kan bekas Gubernur DKI, dalam pemerintahan ia sendiri ia belum sukses untuk mengatasi banjir,” kata Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Wibi Andrino pada wartawan, Rabu (22/1).

Wibi memandang masalah banjir di Jakarta memang tidak gampang ditangani. Soalnya, Jakarta ada pada lokasi yang cekung, permukaan tanahnya serta alami penurunan. Tetapi masalah perlakuan efek banjir tahun baru 2020 yang menempa Jakarta, NasDem memberikan pujian pada Anies.

“Masalah perlakuan, kita harus angkat topi pada Anies tempo hari. Ia ialah gubernur paling cepat dalam perlakuan banjir. Kita netral. Titik pengungsian sedikitnya di wilayah terpengaruh. Banjir di Jakarta empat hari usai, titik paling akhir ialah Semanan. Kami langsung penyelidikan spesial,” papar Wibi.