PBSI Izinkan Atlet Pelatnas Pulang ke Rumah, tapi Ada Syaratnya

Agen Judi Online – PP PBSI memberikan libur pada olahragawan pelatnas semasa Idul Adha. Mereka meluluskan beberapa pebulutangkis pulang ke rumah, tetapi dengan ketentuan spesial.

Semenjak epidemi virus Corona ada, induk organisasi bulu tangkis paling besar di tanah air itu mengaplikasikan peraturan keras ke pemain. Ini pasti untuk mempertahankan kesehatan olahragawan.

Beberapa olahragawan sangat terpaksa tidak pulang ke rumah untuk jaga keadaannya masih bugar. Sekarang, mengejar implikasi new normal, PBSI mulai memberi izin pada atletnya yang ingin kembali pada rumah.

Termasuk juga waktu rayakan Idul Adha, yang jatuh pada Jumat (31/7/2020). PBSI memberi izin buat atletnya yang ingin berjumpa keluarga.

“Berarti jika mereka-mereka (olahragawan) yang telah lama tidak berjumpa keluarga, serta izinnya pulang ke rumah, tidak kemana saja (ya boleh),” kata Sekretaris Jenderal PBSI, Achmad Budiharto.

Baca Juga : Lacazette: Memenangi Piala FA Sangat Berarti di Musim yang Aneh Ini

“Tetapi prioritasnya bertemu keluarga, lho, ya. Sebab jika sampai ke luar kota, mereka harus karantina dahulu. Disamping itu, jika ingin pulang, proses perizinannya tidak gampang,” katanya.

Budiharto menyebutkan ada tiga lapis izin yang perlu dilalui Praveen Jordan dkk. Pertama harus ada surat izin kepala pelatih bagian, dokter pelatnas PBSI, serta paling akhir izin dari Kepala bagian Pembinaan Prestasi PBSI, Susy Susanti.

“Bila dari pelatih serta dokter memberikan izin, tetapi kabid binpres tidak. Tidak dapat pulang. Tetapi mereka sich rerata masih berada di asrama sebab jika ingin pulang prosedurnya tidak gampang. Berarti, pada prinsipnya sama. Jika mereka rindu rumah, ya bisa, tetapi izinnya yang tiga lapis barusan,” tambah ia.

Diketahui, beberapa pebulutangkis telah ada di asrama semenjak 15 Maret lalu, atau setelah All England 2020. Mereka masih tetap jalani isolasi mandiri.

Kevin Sanjaya dkk dinyatakan tidak jalani kompetisi ke luar negeri sampai September akan datang. Mengejar penangguhan agenda baru yang dilaksanakan oleh BWF pada empat kompetisi, yakni Taipei Open, Korea Open, China Open, serta Japan Open.