Novanto Sebut Tujuh Anggota DPR Terima Uang E-KTP, KPK Juga akan Dalami

Novanto Sebut Tujuh Anggota DPR Terima Uang E-KTP, KPK Juga akan Dalami

               JAKARTA, Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah menyebutkan, KPK juga akan mencari bukti tentang pernyataan terdakwa masalah korupsi e-KTP Setya Novanto berkaitan sangkaan aliran dana masalah e-KTP pada tujuh anggota DPR.

Dalam sidang perkara sangkaan korupsi project e-KTP Kamis (22/3/2018), Novanto mengatakan keponakannya Irvanto Hendra Pambudi Cahyo memberi uang pada tujuh anggota DPR yang nilainya semasing 500. 000 dollar Amerika Serikat.

” Tentu kami dalami. Tetapi, info terdakwa itu mesti kita saksikan, apakah di dukung atau tidak, sesuai sama atau tidak, dengan bukti-bukti yang beda, apakah (di dukung) saksi yang beda. Karna kami tidak dapat ambil rangkuman mulai sejak awal, bila cuma ada satu info saja, ” kata Febri di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Irvanto hari ini di check KPK jadi saksi untuk tersangka masalah korupsi e-KTP Made Oka Masagung.

Febri belum juga ketahui apakah aliran dana pada tujuh anggota DPR itu termasuk juga yang di tanya penyidik pada Irvanto dalam kontrol hari ini.

” Saya belum juga bisa info dari tim (penyidik) karna kontrol masih tetap jalan sekarang ini. Tapi saya sangka dalam kontrol pada Irvanto atau saksi-saksi beda, tentu beberapa informasi itu juga akan didalami, ” tutur Febri.

Baca Juga : Keluh Kesah Pengemudi Ojek On-line di Tengah Perang Tarif Aplikator

” Contoh yang paling simpel saat Setya Novanto bicara kalau Irvanto menyerahkan uang pada beberapa pihak di DPR, jadi pasti itu jadi satu diantara sisi dari pertanyaan KPK. Walau kami tidak dapat buka dengan detil apa sajakah materi kontrol, karenanya kan sifatnya tehnis materi perkara, ” kata dia.

Tujuh anggota DPR yang dimaksud terima aliran dana e-KTP yaitu Melchias Markus Mekeng, Olly Dondokambey, Tamsil Linrung, Mirwan Amir. Uang juga diberi pada Arif Wibowo, Ganjar Pranowo, serta M Jafar Hafsah.

Terkecuali tujuh nama itu, Novanto juga menuding politisi PDI-P Pramono Anung serta Puan Maharani terima 500. 000 dollar AS. Tetapi, menurut Novanto, info itu dia dapatkan dari Made Oka.

Mekeng terlebih dulu mengatakan pernyataan Novanto jadi bualan. Tentang hal tersebut, KPK menyebutkan hal tersebut adalah hak dari politisi Partai Golkar itu.

” Ya tidak apa-apa, bila ada pihak-pihak yang bantah itukan hak mereka. KPK juga hingga sekarang ini belum juga simpulkan kebenaran atau tidak benarnya beberapa informasi yang di sampaikan (Novanto) itu. Karna kami kan mesti uji ya, ” tutur Febri.

Support by : kompas.com