Nafsu untuk Menang Jadi Bumerang untuk Juventus

Agen Bola Online – Juventus tidak berhasil menutup gelar bertambah cepat selesai kalah dari Udinese. Maurizio Sarri menyebutkan teamnya begitu bergairah untuk menang sampai tampil amburadul.

Juventus kalah 1-2 waktu berkunjung ke Dacia Ajang, Jumat (24/7/2020) pagi hari WIB pada kelanjutan Liga Italia. Bianconeri unggul terlebih dulu melalui Matthijs de Ligt di menit ke-42, tetapi lalu dijebol Ilija Nestorovski pada menit ke-52 serta Seko Fofana di menit ke-92.

Kekalahan ini buat acara pesta juara Juventus terlambat. Cristiano Ronaldo dkk semestinya dapat berpesta malam ini dengan kemenangan berapa saja, sebab beda mereka dengan Atalanta akan jadi sembilan point dengan tiga minggu sisa. Juventus unggul head to head atas lawan paling dekatnya itu.

Dengan cara permainan, Juventus tampil menguasai dengan perebutan bola sampai 60,6%. Mereka mencatat 21 shooting dengan lima yang on sasaran, berbanding 11 eksperimen punya Udinese dimana empat salah satunya ke arah gawang.

Baca Juga : Selain Momota, Ini Lawan Terberat Anthony Ginting

Sarri menyebutkan nafsu Juventus untuk menang malah jadi bumerang. Team kehilangan bentuk permainan serta pola, hingga memberi peluang untuk Udinese.

“Itu yang berlangsung akhir-akhir ini, kami kehilangan organisasi serta bentuk permainan. Kami pernah memperlihatkan perform bagus di set pertama, lalu kecolongan gol penyama, serta berkemauan untuk menang bagaimana juga triknya, yang menjadi karena kami mulai begitu amburadul serta longgar,” tuturnya pada Sky Sport Italia, dikutip Football Italia.

“Keinginan kami untuk menang yang membuat jadi pendekatan semakin beresiko serta kami kalah pas pada menit ke-93 sebab kami ingin menang bagaimana juga triknya. Susah untuk mendapatkan kesetimbangan pada sekarang ini, sebab kesemua orang di tiap team mulai capek.”

“Kami pun tidak agresif karenanya, tetapi saya yakin organisasi permainan semakin penting daripada agresi sekarang ini. Ini semakin ke kecapekan mental daripada fisik, sebab kami kehilangan ketenangan sesudah gol penyama.”

“Beberapa pertandingan berjalan sanagt aneh setelah lockdown, sebab inersia beralih dengan demikian cepat. Kami harus belajar dari laga-laga ini serta coba jaga skema permainan kami,” paparnya.