Mengintip Persaingan Sengit di Dapil “Neraka” Jabar VI

JAKARTA – Perebutan kursi di Dapil Jawa Barat VI yang biasa diistilahkan sebagai “dapil neraka” hingga kini masih berlangsung ketat. Dari total 92 caleg yang bertarung hanya enam kursi DPR RI yang diperebutkan di dapil ini.

Berdasarkan data dari penghitungan sementara yang berlangsung di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kota Bekasi dan Kota Depok disebutkan bahwa perolehan suara ketat diperebutkan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra.

“Koalisi partai pengusung Jokowi, hanya PDIP yang bertahan di Jawa Barat VI. Itupun karena ada figur Sukur Nababan (caleg petahana) yang sangat kuat di Bekasi dan Depok,” ujar pengamat politik, Ifan Lengkoan, Senin (29/4/2019).

Hingga kini kata dia, baru ada tiga partai yang bisa dibilang “aman” menempati tiga dari enam kursi DPR yang diperebutkan. Seorang caleg setidaknya harus meraup sebanyak 299.895 suara untuk bisa melenggang ke Senayan.

“PDIP, PKS dan Gerindra. Sementara kursi ke 4, 5 dan 6 masih diperebutkan oleh PDIP, PKS, Golkar dan PAN,” tuturnya.

Baca Juga : Arsenal Kalah Lagi, Xhaka Speechless

Menurut dia, bila dilihat dari pengaruhnya, bisa jadi Golkar akan merebut kursi ke-4. “Hal ini tidak bisa dilepaskan dari pengaruh Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi yang notabene adalah kader Golkar,” katanya menandaskan.

Sebelumnya, lembaga survei Poltracking Indonesia beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa elektabilitas partai tertinggi untuk posisi empat besar masih dipegang oleh PDI Perjuangan dengan 23,5 persen di urutan pertama. Disusul Gerindra di tempat kedua dengan 13,7 persen, ketiga ditempati Partai Golkar 12,8 persen dan PKB di posisi keempat dengan 9,7 persen.