Mengaku Diperiksa KPK Pekan Lalu, Ini Penjelasan Tuan Guru Bajang

MATARAM – Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi mengakui sudah melakukan kontrol oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi sekian hari kemarin.

Majdi menyebutkan, dia di check penyidik KPK sepanjang satu jam di Markas Polda NTB. Namun, dia tidak menerangkan berkaitan masalah apa kontrol itu dikerjakan.

” Itu sistem klarifikasi, saya fikir dalam beberapa hal. KPK juga akan lakukan klarifikasi pada info info atau input dari orang-orang, ” kata Majdi waktu didapati di Pendopo Gubernur yang disebut tempat tinggalnya, Minggu (27/5/2018).

” Kami merespons dengan baik. Kita commited untuk mensupport penegakan hukum, jadi demikian, ” kata pria yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu.

Wartawan berupaya menyinggung beberapa peluang kontrol itu dikerjakan, termasuk juga tentang perusahaan tambang yang berada di NTB.

Namun, TGB tetaplah tidak bersedia menerangkan tentang materi kontrol.

” Saya rasa klarifikasi umum, ” kata dia.

TBG juga menyebutkan, bukanlah pertama kali dianya penuhi panggilan KPK. Dia menjelasan, umpamanya masalah kontrol Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), KPK juga akan bertanya atau lakukan klarifikasi tentang kwalitas atau jumlah kekayaan itu.

Menurut TGB Zainul Majdi, dia begitu mensupport apa yang dikerjakan KPK, terlebih dalam soal pemberantasan korupsi. Sebab, itu juga akan tunjukkan kredibilitas pemerintah di mata orang-orang, juga akan terbangun keyakinan orang-orang pada daerah.

Baca Juga : Petenis China Singkirkan Venus Williams

” Jadi sesungguhnya klarifikasi itu untuk saya yaitu suatu hal yang lumrah dikerjakan, saat ada beberapa hal yang menginginkan didalami atau di ketahui selanjutnya, ” ucap TGB.

” Tempat yang paling clear kalau kami semuanya mensupport. Karna memanglah penegakan hukum itu satu diantara yang paling perlu, supaya kredibilitas pemerintah di orang-orang itu terbangun dengan baik, ” papar politisi Partai Demokrat itu.

Zainul tidak mempersoalkan bila ada orang-orang yang menilainya dianya menginginkan maju Capres 2019.