Mendagri Sediakan Ketentuan, Buat E-KTP, KK, serta Akta Lahir Mesti Jadi Sejam

Mendagri Sediakan Ketentuan, Buat E-KTP, KK, serta Akta Lahir Mesti Jadi Sejam

               JAKARTA, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo juga akan mempersiapkan ketentuan yang dipercaya dapat percepat sistem pembuatan beragam dokumen.

Dalam ketentuan menteri (permen) itu, juga akan ditata batas saat pembuatan E-KTP, kartu keluarga, akta kematian, serta akta lahir mesti dapat dikerjakan dalam satu jam saja.

Permen ini juga akan di buat berdasar pada arahan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3/2018).

” Pak Presiden beri arahan buat Permendagri agar tegas di daerah, orang buat E-KTP, KK, akta kematian, serta akta lahir, satu jam usai, ” kata Tjahjo pada wartawan selesai rapat terbatas.

Tjahjo menyebutkan, bila tak ada problem tehnis seperti mati listrik atau masalah internet, baiknya sistem pembuatan dokumen dapat usai kurun waktu 1 jam.

Tetapi, Tjahjo mengaku, sampai kini beragam dokumen tersebut di daerah sering menelan saat yang lama.

Menurutnya, hal semacam ini dikarenakan tidak ada ketentuan khusus yang mengatur batas saat pembuatan dokumen.

Dengan ketentuan yang juga akan di buat ini, Tjahjo optimis sistem pembuatan dokumen di daerah dapat beralih jadi lebih cepat.

Baca Juga : Akan Di kirim ke Vietnam, Penyelundupan 8. 501 Bayi Lobster di Lombok Barat Terbongkar

Kemendagri dapat juga menjatuhkan sangsi jika batas saat pembuatan dokumen yang ditata didalam Kemendagri tidak dapat dipenuhi dinas kependudukan serta catatan sipil di daerah.

” Maaf, ya Kepala Dinas Dukcapil se-Indonesia itu SK saya lho. Yang teken Mendagri. Bila dia tidak bener, lupa, dapat setiap waktu kita ubah orangnya meskipun itu yang milih bupati, tapi saya memiliki hak, ” ancam Tjahjo.

Berkaitan problem kelangkaan blanko e-KTP, Tjahjo menyatakan kalau di kantor pusat Kemendagri sekarang ini ada 1, 5 juta blanko E-KTP.

Oleh karenanya, ia memohon tiap-tiap dinas dukcapil untuk segera mengontak kantor pusat jika stock blanko telah menipis.

Politisi PDI-P ini membidik permen dapat usai pada Kamis (5/4/2018).

” Saya teken besok usai, ” katanya.

Support by : kompas.com