Mencari Jalan keluar Pungli Kendaraan di Perbatasan

 Mencari Jalan keluar Pungli Kendaraan di Perbatasan

Pidie Jaya, Gubernur Aceh, Zaini Abdullah menyorot masalah masih tetap ramainya tindakan pungutan liar (pungli) pada beberapa ingindara dari Aceh di perbatasan Sumatera Utara (Sumut).

Dengan cara spesial Gubernur Zaini memohon Kapolda Aceh supaya bisa mencarikan jalan keluar agar kendaraan dari Aceh yang berplat BL tak akan alami diskriminasi waktu me­le­wati perbatasan propinsi tetangga.

“Masyarakat ingindara dari Aceh yang melewati perbatasan Aceh-Sumut begitu terganggu saat ada oknum lakukan pungli de­ngan memohon duit sesudah mencari-cari kekeliruan kendaraan plat BL. Ini mesti selekasnya dicarikan jalan keluar untuk disudahi, ” tutur Zaini Abdullah.

Hal semacam itu di sampaikan Gubernur Zaini Abdullah waktu resmikan System Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Gampong Meu­reudu berbarengan Kapolda Irjen Pol Rio Septianda Djambak dan penanda­tanganan perjanjian berbarengan pem­bina Samsat Aceh.

Baca Juga : KOKAM Jateng : Ganaspati Demo Supaya FPI Dibubarkan? Mencari Penyakit Saja!

Acara ini di gelar di Kantor Sam­sat Meureudu di Jalan Iskandar Mu­da, Kecamatan Kota Merureudu, Pidie Jaya, Selasa (16/5).

Gubernur mengakui memperoleh demikian banyak laporan segera dari ma­syarakat tentang aksi pung­li pada ingindara Aceh ter­­sebut. Gubernur memohon Kapol­da Aceh supaya memberi kenya­man­an pada orang-orang pemakai jalan serta menindak tegas aparat kepolisian yang ikut serta pungli.

Berkaitan peresmian Samsat Gam­pong, gubernur mengatakan, hal semacam ini cukup utama mengingat sekarang ini Kabupaten Pidie Jaya belum memi­liki Samsat. Sampai kini, semua pro­ses pengurusan serta pembayaran pa­jak kendaraan bermotor mesti dila­ku­kan ke Kabupaten Pidie.

Dengan diresmikannya Samsat Gampong Meureudu, diinginkan ma­syarakat jadi lebih gampang dalam membayar pajak kendaraan bermotornya ataupun pengurusan beragam surat kendaraan.

Diterangkan, pajak kendaraan bermotor berperan begitu besar dalam menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karenanya, hen­daknya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya bisa memak­si­malkan manfaat Samsat Gampong Meureudu itu.

Ikut ada dalam peluang itu, Wakil Bupati Pidie Jaya, Said Mul­yadi, Asisten III Setda Aceh, Ka­marud­din Andalah, Karo Humas serta Protokol Mulyadi Nurdin, serta sejum­lah tamu yang lain

Support by : harian analisa