Media Korut Sebut Bekas Presiden Korea Selatan jadi Pengkhianat

Media Korut Sebut Bekas Presiden Korea Selatan jadi Pengkhianat

               PYONGYANG, Bekas presiden Korea Selatan Park Geun-hye dijatuhi hukuman 24 th. penjara sesudah dapat dibuktikan bersalah dalam masalah suap serta penyalahgunaan kekuasaan.

Berita vonis pada bekas presiden Korsel itu juga hingga ke media di negara tetangga, Korea Utara.

Ditulis dari SCMP, kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, memberitakan berita itu satu hari selesai pembacaan vonis dengan mengatakan sang bekas presiden jadi ” pengkhianat “.

Jalinan pada ke-2 negara Korea sepanjang Park menjabat presiden Korsel memanglah dapat dimaksud begitu jelek, dengan putri dari bekas presiden Park Chung-hee itu senantiasa menentang keras program persenjataan nuklir serta eksperimen misil yang dilancarkan sepanjang 2016.

Demikian sebaliknya, media Korea Utara sepanjang bertahun-tahun senantiasa memakai bhs yang kasar untuk mengkritik Park. Bahkan juga, bekas presiden itu pernah dimaksud ” pelacur ” untuk AS serta ” iblis pembunuh ” oleh media Pyongyang.

Baca Juga : Jengkel Dipandang Kuda Troya, Dirdik KPK Bongkar Kekurangan Penyidik di Masalah E-KTP

Pada Juni 2017 lantas, Korea Utara meneror akan mengeksekusi Park dengan kepala mata-matanya karna dituduh sudah berencana pembunuhan pada pemimpin teratas mereka.

Tuduhan yang segera dibantah tegas oleh Dinas Intelijen Nasional Korea Selatan pada saat itu.

Sesudah gencar dikabarkan ikut serta korupsi serta terima suap, Park didesak untuk mundur. Juta-an warga Korsel turun ke jalan serta menghimpit parlemen untuk memecat Park.

Sampai selanjutnya Desember 2016, Park resmi di turunkan dari jabatan presiden serta ditahan pada Maret th. kemarin.

Sepanjang berlangsungnya persidangan, Park nyaris tidak sempat ada di pengadilan dengan mengatakan penahanannya jadi bentuk balas dendam politik.

Support by : kompas.com