” Masalah Novel Baswedan Tempo hari Dikerjakan Polda, Mengapa Di panggil Polres? “

" Masalah Novel Baswedan Tempo hari Dikerjakan Polda, Mengapa Di panggil Polres? "

         JAKARTA, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai korban penyiraman air keras, Novel Baswedan, pernah di panggil oleh Polres Metro Jakarta Utara pada Senin (16/4/2018) kemarin.

Pemanggilan itu buat heran tim kuasa hukum Novel. Pasalnya, sampai kini masalah penyiraman itu dikerjakan oleh Polda Metro Jaya.

” Masalah Novel kan tempo hari yang mengatasi kan Polda, yang check di Singapura kan juga Polda. Nah ini mengapa lalu saat ini Polres? Atau ini sifatnya cuma perbantuan atau seperti apa, kami juga tidak paham, ” kata kuasa hukum Novel, Alghiffari Aqsa, waktu dihubungi, Jumat (27/4/2018).

Alghiffari menjelaskan, pihaknya juga mempertanyakan apakah pemanggilan oleh Polres Jakarta Utara itu adalah bentuk pelimpahan masalah Novel dari Polda Metro Jaya.

” Kami malah menginginkan ajukan pertanyaan juga ke kepolisian, itu memiliki bentuk pelimpahan atau yang beda? Karna kami tidak bisa info. Jadi kami tidak dapat menyimpulkan juga itu pelimpahan, ” kata dia.

Alghiffari cemas sistem penyidikan yang dikerjakan oleh Polres Jakarta Utara bisa menunrunkan kwalitas penyidikan.

Sebab, kata Alghiffari, ada penyidik dari kepolisian yang dipandang tidak mengerti perubahan masalah itu.

” Kwalitas penyidikan ini, paling akhir saat kontrol di Singapura itu juga penyidik yang mengecek baru tahu kasusnya. Seperti orang baru, ahistoris, tidak memahami perubahan masalah yang terlebih dulu, ” kata Direktur LBH Jakarta itu.

Baca Juga : Pasangan Deddy-Dedi Laporkan Paguyuban Paranormal Sunda ke Bawaslu

Bukanlah pelimpahan

Saat di konfirmasi, Polda Metro Jaya meyakinkan kalau tak ada pelimpahan masalah Novel Baswedan dari Polda Metro Jaya pada Polres Metro Jakarta Utara.

Direktur Reserse Kriminil Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta menyebutkan, kontrol Novel oleh Polres Jakarta Utara adalah bentuk kerja tim paduan.

” Masalah Novel tak ada pelimpahan, tetaplah dikerjakan tim paduan Polda Metro Jaya yang dibuat, ” tutur Nico, Jumat (27/4/2018).

Seperti di ketahui, muka Novel disiram air keras selesai menunaikan shalat subuh berjemaah di Masjid Al Ikhsan, Jalan Deposito RT 003 RW 010, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 11 April 2017.

Penyerangan itu mengakibatkan kerusakan bola matanya hingga harus melakukan penyembuhan di Singapura. Februari lantas, Novel telah diizinkan untuk pulang serta melakukan rawat jalan.

Setahun berlalu, polisi belum juga mengambil keputusan satu juga tersangka dalam masalah penyerangan itu.

Support by : kompas.com