‘Marquez Menurunkan Moral Lorenzo’

Jakarta – Pembalap penguji Honda Repsol Stefan Bradl menjelaskan, kecemerlangan Marc Marquez turunkan kepribadian Jorge Lorenzo. Bradl menyangsikan Lorenzo bisa sukses.

Lorenzo dapat disebut sedang hadapi rintangan paling besar dalam profesinya di MotoGP. Bukan sekedar terganggu semenjak awal musim, pembalap Spanyol itu kesusahan melulutkan RC213V.

Juara dunia 3x itu tidak dapat tembus 10 besar semenjak kejuaraan berguling. Tempat paling baik Lorenzo ialah finish ke-11 di Le Mans, Prancis itu juga memiliki jarak lebih dari 15 detik dari rekanan segrupnya, Marquez, yang finish paling depan.

Kondisi Lorenzo kebalikannya dengan Marquez. Kompatriotnya itu malah menguasai musim 2019 untuk menutup gelar juara dunia dengan tersisa empat seri. Lebih edan , Marquez kantongi sembilan kemenangan dari 13 balapan yang diselesaikan serta belum pernah finish di luar dua besar.

Baca Juga : Main Sabar dan Tenang, Belanda pun Mampu Atasi Irlandia Utara

Bukti jika Honda membuat motor sesuai tekad Marquez, semakin membuat Lorenzo kesulitan. Bradl pesimis Lorenzo dapat bangun.

“Hasil-hasilnya memberikan indikasi jika Anda benar-benar harus cemas. Saya dapat lihat kondisinya dengan benar-benar dekat di Aragon. Jadi contoh, saya ada di technical meeting bersama dengan Jorge di hari Jumat serta benar-benar ia serta tidak paham darimanakah harus mulai dengan motornya,” Bradl menjelaskan pada Servus TV.

“Ia mempunyai Marc Marquez, yang ada cuma 20 mtr. di garasi serta hal tersebut turunkan kepribadian ia. Permasalahan Jorge itu ialah ia tidak meyakini motornya, sesaat Marc dapat lakukan segala hal dengan motor yang sama,” sebut pembalap asal Jerman itu diberitakan Marca.

“Selanjutnya ditambah lagi beberapa luka, seperti luka serius yang dirasakan di Assen. Kupikir Lorenzo saat ini seperti ada dalam suatu pergerakan yang ia akan susah keluar dari sana,” tambah Bradl.