Mantan Wakil Gubernur Bali Jadi Tersangka Kasus Penipuan Senilai Rp 150 M

DENPASAR – Bekas wagub Bali Ketut Sudikerta diputuskan menjadi terduga dalam masalah pendapat penipuan serta penggelapan uang sejumlah Rp 150 miliar.

Penentuan Sudikerta menjadi terduga dikatakan oleh Direktur Krimsus Polda Bali Kombes Yuliar Kus Nugroho lewat tayangan wartawan di Mapolda Bali, Senin (3/11/2018).

Diterangkan Nugroho, masalah yang menyeret Sudikerta bermula pada tahun 2013 yang lalu.

Sudikerta tawarkan dua objek tanah di Desa Balangan, Jimbaran, Kuta Selatan pada pemilik Maspion Group, Ali Markus. Sesaat objek tanah yang sama sempat di jual ke PT Dua Kelinci.

“Padahal Maspion dengan keharusan telah sudah memberi hampir Rp. 150 miliar,” kata Nugroho.

Peranan Sudikerta setelah itu mengatur cek atau bilyet serta membagikannya pada seumlah pihak termasuk juga pada pelaku Tubuh Pertanahan Negara (BPN).

Pihak Maspion lalu memberikan laporan penipuan itu ke Polda Bali pada tahun 2018.

“Dari info, pelapor telah lakukan usaha persuasif sebab jalinan pelapor dengan terlapor awal mulanya baik. Tetapi sebab tidak ada respon pada akhirnya dilaporkan,” kata Nugroho.

Baca Juga : Arsenal Vs Tottenham, The Gunners Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan

Walau telah diputuskan menjadi terduga Sudikerta belumlah ditahan oleh pihak kepolisian sebab ada banyak serangkaian penyelidikan yang perlu dikerjakan. Akan tetapi, Sudikerta dilarang melancong atau dicekal keluar negeri.

“Pencekalan dikeluarkan semenjak yang berkaitan ditetapkn menjadi terduga pada hari Jumat, 30 November 2018 lantas,” kata Nugroho.