Mantan Bupati Purbalingga Tasdi Bersyukur Ditangkap KPK

SEMARANG – Bupati Purbalingga nonaktif Tasdi mengatakan terima kasih atas operasi tangkap tangan yang dikerjakan padanya. OTT pada Tasdi dikerjakan 2,5 tahun sesudah dia menjabat menjadi bupati.

“Kita terima kasih pada KPK. Karena peristiwa ini, kita diremkan. Jadi saya berterima kasih,” kata Tasdi selesai sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (28/11/2018).

Selanjutnya, Tasdi berkelit jika usaha KPK menyeretnya sekarang ini dapat membuat belajar tidak untuk lakukan kekeliruan sama di waktu yang akan datang.

Dia mengaku jika tindakannya memerintah serta terima beberapa uang suap serta gratifikasi menjadi kekeliruan.

“Saya salah serta saya bertanggungjawab karena itu. Jadi sebelum disidang di akhirat, saya disidang dalam dunia dahulu, ya kurangi dosa,” imbuhnya.

Dalam masalah ini, Tasdi mengaku jika ia tidak nikmati uang suap ataupun gratifikasi. Semua usaha yang dikerjakan untuk wujudkan janji politiknya untuk partainya bernaung.

Tasdi menjelaskan, praktek suap serta gratifikasi yang ia terima untuk tidak kepentingan pribadinya. Semua dikerjakan untuk kebutuhan daerah serta kebutuhan partai.

Menurut dia, hal tersebut ialah resiko saat kepala daerah merangkap menjadi ketua partai di tingkat daerah.

Baca Juga : OSO Disarankan Fokus Urus Hanura Ketimbang Maju Jadi Calon DPD

“Sampai ini hari, saya tidak nikmati uang dari mana saja, termasuk juga (uang iuran) dari Pak Utut, Pak Ganjar serta yang lain. Kita terima kasih KPK sebab direm,” imbuhnya.

“Saya berterimakasih pada KPK, saya animo. Jika tidak ada KPK, praktik ini akan jalan selalu,” ujarnya.