Kubu Prabowo-Sandiaga Klaim Temukan 8.1 Juta Pemilih Ganda

JAKARTA – Konsolidasi pengusung akan calon presiden serta calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengklaim temukan 8,1 juta jati diri pemilih ganda yang terdaftar pada daftar pemilih masih untuk Pemilu 2019.

Penemuan itu didasarkan di hasil penyisiran pada DPT yang launching Komisi Penentuan Umum (KPU).

“Kami menelusuri dari 185 juta DPT dari KPU karena itu akhirnya masih tetap ada 8.145.713 kegandaan DPT,” kata Ketua DPP PKS Pipin Sopian di Rumah Pemenangan PAN, Jalan Daksa, Jakarta, Kamis (13/9/2018) malam, seperti diambil Pada.

Pipin mengaku, klaim kesempatan ini dapat mengakibatkan publik bertanya-tanya masalah penemuan konsolidasi Prabowo-Sandiaga yang berkesan tidak berkelanjutan.

Awal mulanya, tim Prabowo-Sandiaga mengakui temukan 25 juta pemilih ganda. Data itu, kata Pipin, didasarkan pada penyisiran daftar pemilih sesaat (DPS) yang di terima 13 Juli 2018.

Lantas, pada 5 September, team Prabowo-Sandiaga mengakui temukan 6,3 juta pemilih yang beridentitas ganda. Penemuan itu merujuk pada DPT yang telah diputuskan KPU. Seperti didapati, KPU mengambil keputusan DPT sekitar 185 juta.

Menurut Pipin, penemuan 6,3 juta pemilih itu baru hasil dari pencarian sekitar 161 juta DPT atau belumlah 100 %.

“Tanda-tanda 6,3 juta DPT ganda berdasar pada pencarian 161 juta, serta 24 juta belumlah tuntas. Hingga sesudah penyisiran tuntas 100 % sekitar 185 juta DPT, kami dapatkan 8.145.713 kegandaan DPT,” katanya.

Pipin menyampaikan konsolidasi Prabowo-Sandiaga telah mengemukakan berita acara masalah kegandaan DPT pada KPU. Serta pada Jumat (14/9/2018), tim Prabowo-Sandiaga akan kembali mengadakan rapat dengan KPU.

Dia menyampaikan pihaknya telah menyerahkan semua dokumen, termasuk juga data per propinsi, per kabupaten, serta per kecamatan.

Ditempat yang sama, Ketua DPP PAN Yandri Susanto menekan supaya KPU pastikan tidak ada pemilih beridentitas ganda.

KPU, katanya, harus selalu memutakhirkan data karena DPT diyakinkan akan beralih sebelum pencoblosan. Pergantian dikarenakan ada pemilih baru yang pas berumur 17 tahun atau pemilih yang wafat.

Baca Juga : DJP Siap Sosialisasi soal Pajak kepada Caleg

Dia menyampaikan team konsolidasi Prabowo-Sandiaga telah lakukan penyisiran DPT sampai per-Tempat Pengambilan Nada (TPS).

Kenapa masih tetap berlangsung data ganda? Apakah cara yang pas untuk mengkalkulasi jumlahnya pemilih?