Komisioner KPU Diperiksa Polisi, OSO: Masya Allah, Saya Tidak Tahu

JAKARTA – Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) mengaku tidak tahu para komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) diperiksa Polda Metro Jaya terkait laporan tim kuasa hukumnya.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: TBL/334/1/2019/PMJ/Dit.Reskrimum, tim kuasa hukum OSO menuduh para komisioner KPU melanggar Pasal 421 KUHP juncto Pasal 216 Ayat (1) terkait tidak melaksanakan perintah undang-undang atau putusan PTUN.

“Masya Allah, benar nih? Saya tidak tahu komisoner KPU diperiksa, itu urusan polisi dengan KPU, saya tidak tahu,” kata OSO saat ditemui disela-sela Rapat Koordinasi DPD Partai Hanura, di Jakarta seperti dikutip dari Antaranews.com, Rabu (30/1/2019).

Ia menegaskan, selama komisioner KPU tidak patuh terhadap aturan hukum yang berlaku maka dirinya tidak akan pernah hormat kepada KPU. Menurutnya, para Ketua DPD Hanura seluruh Indonesia memintanya tidak mundur dari posisi Ketua Umum DPP Hanura karena tidak ada perintah mundur dalam putusan PTUN dan Mahkamah Agung (MA).

“Jadi itu terserah KPU, mau melanggar atau tidak melanggar. Tapi jangan lupa, Indonesia merupakan negara hukum,” ujarnya.

Sebelumnya, KPU tidak meloloskan OSO dalam pencalonan anggota legislatif DPD RI, padahal dirinya telah memenangkan gugatan di PTUN dan Bawaslu.

KPU menolak pencalonan OSO karena Mahkamah Konstitusi (MK) melarang pengurus partai politik maju sebagai calon anggota DPD RI.

Dalam perkembangannya, pengacara OSO, Herman Kadir melaporkan Ketua KPU Arief Budiman dan komisioner lainnya yaitu Hasyim Asyari, Ilham Saputra, dan Pramono Ubaid ke Polda Metro Jaya, Rabu 16 Januari.

Baca Juga : Espargaro Komentari Masa Depannya Bersama Aprilia

Lalu, penyidik Polda Metro Jaya telah memeriksa Ketua KPU Arief Budiman dan salah satu komisioner Pramono Ubaid terkait laporan tim kuasa hukum Ketua Umum Hanura OSO pada Selasa 29 Januari.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan, penyidik meminta keterangan dua pimpinan KPU untuk mengklarifikasi laporan dari pelaporan kubu OSO.