Kepolisian Turki Geledah Kediaman Konsul Arab Saudi di Istanbul

ISTANBUL – Setelah sehari sebelumnya melakukan penggeledahan di gedung kantor konsulat di Istanbul, Turki, kini kepolisian Turki memeriksa tempat tinggal konsul, terkait kasus hilangnya jurnalis Arab Saudi.

Melansir dari AFP, tim yang terdiri dari belasan polisi beserta jaksa dan tenaga ahli forensik mendatangi kediaman Mohammed al-Otaibi, konsul Arab Saudi untuk Turki, pada Rabu (17/10/2018), atau sehari setelah dia terbang menuju Riyadh.

Seperti saat memeriksa gedung konsulat, delegasi dari Saudi juga turut ambil bagian dalam pemeriksaan di kediaman konsul bersama tim penyelidik dari Turki.

Sebelumnya pada Senin (15/10/2018) malam, tim penyelidik Turki bersama delegasi Saudi telah memeriksa gedung konsulat, tempat terakhir di mana jurnalis Jamal Khashoggi terlihat pada Selasa (2/10/2018).

Penggeledahan dilakukan selama kurang lebih delapan jam dan selesai menjelang tengah malam. Tim penyelidik tampak mengambil sampel tanah di gedung konsulat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Belum ada laporan terkait hasil penggeledahan gedung konsulat. Namun sebuah media Turki sempat mengabarkan sebelum tim penyelidik diizinkan memasuki gedung, satu tim petugas kebersihan terekam kamera telah lebih dulu masuk ke dalam gedung.

Advertisment

Tim petugas kebersihan tersebut tampak membawa masuk sejumlah besar zat kimia.

Jamal Khashoggi, jurnalis berkewarganegaraan Arab Saudi, dilaporkan hilang oleh tunangannya pada Selasa (2/10/2018) setelah tidak terlihat usai memasuki gedung konsulat di Istanbul.

Kepolisian Turki sempat menyimpulkan Khashoggi telah dibunuh oleh sekelompok pria asal Saudi, namun pihak kerajaan membantah tuduhan terlibat dalam kasus ini.

Baca Juga : Berry/Hardi Singkirkan Duo Mads

Perkembangan terkini, sebuah rekaman suara diklaim menunjukkan detik-detik terakhir saat Khashoggi diinterogasi dan disiksa hingga akhirnya tewas di dalam gedung konsulat.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo telah diutus Presiden Donald Trump untuk bertemu pihak Arab Saudi dan Turki guna membahas kasus ini.