Kenapa Ahok Kemukakan PK atas Vonisnya?

Kenapa Ahok Kemukakan PK atas Vonisnya?

             JAKARTA, Bekas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dengan kata lain Ahok memajukan peninjauan kembali (PK) atas vonis perkaranya ke Mahkamah Agung (MA) pada 2 Februari 2018. PK itu berkaitan vonis 2 th. penjara dalam masalah penondaan agama yang dijatuhkan majelis hakim pada Mei 2017.

Persidangan perdana berkaitan permintaan PK Ahok itu menurut gagasan di gelar Senin (26/2/2018) ini jam 09. 00 di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Apa argumen Ahok memajukan PK?

Dalam memori PK yang diserahkan, Ahok memperbandingkan putusan hakim pada Buni Yani di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, dengan putusan hakim terhadapnya di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Majelis hakim di Pengadilan Negeri Bandung menilainya Buni Yani dengan sah serta dapat dibuktikan lakukan pemotongan video Ahok di Kepulauan Seribu. Karna video yang sudah terpotong itu, Ahok melakukan persidangan serta lalu dinyatakan bersalah.

Ahok divonis 2 th. penjara oleh majelis hakim serta sekarang ini tengah melakukan masa hukuman di Rutan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat. Sesaat Buni Yani divonis 1, 5 th. penjara karna dipandang tidak mematuhi Undang-Undang Info serta Transaksi Elektronik.

” Jadi, dia (Ahok) memperbandingkan dengan perkara Buni Yani yang sudah diputus, ” kata anggota humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jootje Sampaleng, Rabu (21/2/2018).

PK yang diserahkan kuasa hukum Ahok juga beralasan kalau majelis hakim khilaf atau salah dalam pengambilan ketentuan.

Keinginan Ahok

Kuasa hukum Ahok, Josefina Agatha Sukur, tidak mengungkap argumen Ahok memajukan PK ke MA. Josefina menyebutkan, tak ada argumen spesial kenapa Ahok memajukan PK sesudah 8 bln. vonis penjara dijatuhkan hakim.

Baca Juga : ” Powerbank ” Terbakar di Bagasi Kabin, Penerbangan Dipending 3 Jam

Ahok memajukan PK pada 2 Februari 2018, sesaat hakim menjatuhkan vonis pada bekas Gubernur DKI Jakarta itu pada 9 Mei 2017.

Sesudah hakim menjatuhkan vonis, Ahok awal mulanya akan memajukan banding, namun gagasan itu lalu dibatalkan.

Mengajukan PK, kata Josefina, adalah keinginan Ahok sesudah berdiskusi dengan kuasa hukumnya.

Josefina menyebutkan, tim pengacara sudah mempersiapkan beberapa bukti untuk mensupport PK itu. Ahok juga akan didampingi tiga kuasa hukum waktu sidang PK. Kuasa hukum Ahok beranggotakan Fifi Lety Indra, Josefina Agatha Sukur, serta Daniel.

Gagasan Unjuk Rasa

Sidang PK yang menurut gagasan di gelar dengan terbuka itu memperoleh reaksi dari beberapa organisasi orang-orang. Berita yang mengedar, ada ormas yang juga akan lakukan tindakan unjuk rasa waktu sidang PK di PN Jakarta Utara.

Tetapi, Polri belum juga memperoleh info tentang jumlah orang yang juga akan berunjuk rasa. Polri masih tetap mengumpulkan info, baik dari intelijen ataupun dari grup orang yang merencanakan mengadakan unjuk rasa.

Karenanya, Polri belum juga memastikan juga akan turunkan berapakah personel untuk melindungi sidang itu. Menurut gagasan, personel pengamanan yang juga akan diterjukan datang dari polsek, polres, serta pertolongan dari Polda Metro Jaya.

” Kami juga akan mengamankan kalau info intelijen serta yang lain telah di ketahui berkaitan kehadiran massa. Pasti sekarang ini kami masih tetap mengidentifikasi (jumlah massa), ” tutur Kepala Bagian Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (25/2/2018).

Support by : kompas.com