Kebakaran Lahan Gambut di Kampung Bungsur Siak Semakin Meluas

Kebakaran Lahan Gambut di Kampung Bungsur Siak Semakin Meluas

              PEKANBARU, Kebakaran rimba serta lahan (Karhutla) kembali diketemukan di lokasi Kampung Bungsur Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau.

Lahan seluas 8 hektar terbakar mulai sejak pagi, Jumat (3/2/2018) sampai saat ini masih tetap terbakar serta beberapa telah dikerjakan pendinginan. Selama ini yang memiliki lahan belum juga dapat di ketahui.

Api selalu meluas, karna keadaan tanah gambut serta semak belukar. Dilokasi yang terbakar beberapa lahan sudah ditanami kelapa sawit.

Cuaca hari ini cukup panas. Ditambah sekali lagi tiupan angin kencang yang buat api cepat jadi membesar pada lahan itu.

Petugas paduan dari Polres Siak, Koramil Sungai Api, Manggala Agni, Orang-orang Perduli Api (MPA), PT Arara Kekal serta beberapa relawan, cukup kesusahan untuk memadamkan titik api.

” Untuk mencapai titik api cukup susah, karna semak belukar. Sumber air juga susah, hingga petugas buat embung memakai eskavator, ” kata Kapolres Siak, AKBP Barliansyah saat di konfirmasi Kompas. com, Sabtu (3/3/2018).

Dia menyebutkan, usaha pemadaman api dikerjakan memakai mesin pompa air sejumlah delapan unit. Lalu satu unit eskavator dipakai untuk buat embung supaya api tidak meluas.

Baca Juga : Masalah Dinasti Politik, Ini Respon Airin

” Jumlah personel paduan sekitaran 76 orang, yang lakukan pemadaman dari darat. Pemadaman juga dikerjakan manual, ” kata Barliansyah.

Keadaan paling akhir, lanjut dia, tim paduan masih tetap lakukan pemadaman serta pendinginan. Api selalu menyebar ke lahan yang lain yang masih tetap tanah gambut, yang keluarkan asap.

” Untuk malam harinya tidak dikerjakan pemadaman serta pendinginan karna mengingat keselamatan tim paduan. Jadi dilanjutkan esok harinya, ” kata Barliansyah.

Sampai sekarang ini, pihak kepolisian tengah lakukan penyelidikan pada yang memiliki lahan yang terbakar itu.

” Sesaat belum juga kita kenali siapa pemiliknya. Kita sudah bekerjasama dengan unsur-unsur berkaitan untuk penyelidikan masalah karhutla ini, ” jelas bekas Kapolres Kepulauan Meranti itu.

Berdasar pada data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, luas lahan yang terbakar menjangkau 130, 5 hektar. Sesaat jumlah keseluruhnya lahan yang terbakar di lokasi Propinsi Riau, menjangkau 849 hektar.

Untuk perincian lokasi yang alami karhutla yaitu, Rohul 1 hektar, Rohil 26 hektar, Dumai 109 hektar, Bengkalis 117 hektar, Kepulauan Meranti 218 hektar, Siak 130, 5 hektar, Kota Pekanbaru, 31 hektar, Kampar 15 hektar, Pelalawan 56 hektar, Indragiri Hulu 121 hektar serta Inhil 24 hektar.

Support by : kompas.com