Kalla Jamin Indonesia Tampung 76 Orang Rohingya yang Terdampar di Aceh

Kalla Jamin Indonesia Tampung 76 Orang Rohingya yang Terdampar di Aceh

            JAKARTA, Wakil Presiden Juiceuf Kalla menyebutkan, Pemerintah Indonesia memberi jaminan pada 76 orang etnis Rohingya yang terdampar di Aceh untuk ditampung sesaat.

” Mulai sejak dahulu prinsip Indonesia bila ada pnegungsi sesuai sama itu, kita terima, kita layani, kita kasih tempat shelter, kita kasih makan. Kita bekerja bersama dengan UNHCR atau IOM (International Organization for Migration), ” tutur Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Menurut Kalla, Indonesia memilki prinsip yang berkelanjutan digerakkan dalam menanggapi datangnya pengungsi dari negara beda yang tengah dirundung perseteruan. Hal semacam ini sesuai sama Pancasila.

Dalam sila ke-2 Pancasila, menurut Kalla, kemanusiaan yang adil serta beradab mesti dijunjung oleh Indonesia. Menanggung serta terima pengungsi adalah sisi untuk menjunjung sila ke-2 Pancasila itu.

” Bila kita tidak tampung itu bermakna kita tidak melakukan sila ke-2 itu, kemanusiaan yang adil beradab. Kita tidak beradab bila orang sulit kita usir, ” kata dia.

Menurut Kalla, tujuan beberapa pengungsi Rohingya tidaklah Indonesia tetapi negara seperti Australia. Di negara yang mapan, beberapa pengungsi dapat memperoleh pendapatan yang besar apabila bekerja.

Baca Juga :  ” Bila Gerindra Dibeginikan Selalu, Sama Saja Membangunkan Macan Tidur… “

” Atau memanglah mereka menginginkan ke Malaysia untuk bekerja di perkebunan. Jadi kita mesti terima, konsekwen pada sila ke-2 Pancasila, ” ucap Kalla.

Terlebih dulu, sejumlah 76 etnis Rohingya terdampar di Pantai Kuala Raja, Gampong Kuala Raja, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen, Jumat (20/4/2018).

Wakil Bupati Muzakar A Gani lewat saluran selulernya menyebutkan, warga etnis Rohingya ini diketemukan oleh nelayan yang tengah melaut dengan keadaan kapal yang terombang-ambing.

” Saat ini mereka telah diletakkan di lokasi pantai ditampung ditempat sesaat dahulu untuk memperoleh pertolongan pertama. Karna keadaan mereka tampak lemas sekali, tentunya karna kekurangan minum dan makan, ” tutur Muzakar A Gani, Jumat (20/4/2018).

Dari 76 warga Rohingya yang terdampar, delapan salah satunya anak-anak serta 25 orang wanita, selebihnya lelaki.

Sesudah mendarat, beberapa pelarian dari Myanmar ini juga segera di check oleh tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bireun. Beberapa besar mereka dilaporkan dalam keadaan dehidrasi serta bahkan juga sebagian salah satunya mesti diinfus.

Support by : kompas.com