ICW Minta Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Rehabilitasi Gempa Lombok Dihukum Maksimal

JAKARTA- Periset Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Almas Sjafrina minta Kejaksaan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat, tindak tegas masalah pendapat korupsi anggota DPRD kota Mataram walau tanda bukti yang diketemukan Rp 30 juta.

“Alat buktinya berapa juga masih terpenting dilakukan tindakan berapakah juga nilai uang yang dikorupsi oleh terduga korupsi,” tutur Almas di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/9/2018).

Didapati, tiga orang yang ditangkap ialah anggota DPRD kota Mataram berinisial HM, Kepala Dinas Pendidikan berinisial SD, serta seseorang kontraktor, CT. Mereka diamankan dalam suatu warung di lokasi Cakranegara, Kota Mataram, Jumat (14/9/2018).

Tiga orang itu terserang operasi tangkap tangan oleh Kejaksaan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat berkaitan pendapat pemerasan dana rehabilitasi gempa bumi untuk gedung SD serta SMP.

Almas menyampaikan, anggota DPRD Mataram itu dapat dijaring dengan hukuman optimal karena uang yang dimintanya ialah uang untuk dana bencana.

“Kalau di tanya apa mungkin hukuman begitu berat mungkin, sebab di Undang-Undang tipikor (Tindak Pidana Korupsi) sendiri ditambah lagi itu konteksnya untuk dana bencana ancaman hukumannya dapat optimal,” tutur Almas.

Awal mulanya, Kejaksaan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengambil keputusan HM, anggota DPRD Kota Mataram dari Fraksi Golkar menjadi terduga pasca-operasi tangkap tangan (OTT) berkaitan masalah pendapat pemerasan dana rehabilitasi gempa bumi untuk gedung SD serta SMP.

“Sesaat kami tentukan menjadi terduga satu orang. Yang lainnya masih tetap terperiksa, saksi,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Mataram Ketut Sumedana, Jumat (14/9/2018).

HM adalah Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram. Dia tertangkap tangan bersama dengan dua orang yang lain, yakni SD, Kepala Dinas Pendidikan, serta CT, seseorang kontraktor, dalam suatu warung di lokasi Cakranegara, Kota Mataram, Jumat.

Baca Juga : Tottenham vs Liverpool, Tren Kemenangan The Reds Berlanjut

“Saat pagi ini hari, kami kerjakan penangkapan pada yang berkaitan dengan tanda bukti uang Rp 30 juta,” katanya.

Menurut Sumedana, uang itu disangka ialah jatah project yang disuruh oleh HM berdasar pada APBD Pergantian tahun 2018. Spesial tentang rehabilitasi perlakuan pasca-gempa bumi untuk gedung SD serta SMP, dananya sebesar Rp 4,2 miliar.