Ganjil Genap di Tol, Ini Perkiraan Dampaknya untuk Lantas Lintas dari Bekasi

Ganjil Genap di Tol, Ini Perkiraan Dampaknya untuk Lantas Lintas dari Bekasi

           BEKASI, Gagasan aplikasi ketentuan ganjil genap untuk kendaraan yang juga akan masuk jalan tol arah Jakarta dari gerbang Tol Bekasi Timur serta Barat menyebabkan kecemasan juga akan kepadatan yang beralih menuju jalan arteri, satu diantaranya Jalan Kalimalang.

Kepala Bagian Lantas Lintas Dinas Perhubungan Kota Bekasi Johan Budi Gunawan mengemukakan, sekarang ini ruas Jalan Kalimalang dinilai kurang untuk menyimpan volume kendaraan dari arah Bekasi ke Jakarta ataupun demikian sebaliknya.

Ia mengharapkan, pihak berkaitan bisa mengoptimalkan kehadiran Tol Becakayu yang sekarang ini diawali dari lokasi Jakasampurna hingga Kalimalang Cawang serta demikian sebaliknya.

” Bila dapat harga tol di turunkan, agar ramai. Karna orang-orang sekarang ini banyak yang malas gunakan tol Becakayu karna harga nya, ” tutur Johan waktu dihubungi, Kamis (22/2/2018).

Diluar itu, ia memperkirakan aplikasi ganjil genap ini berimbas pada titik-titik simpul kemacetan di Kota Bekasi. Sebab, peluang berlangsung kepadatan waktu pemilahan nomor ganjil-genap.

Baca Juga : Presiden : Silahkan Bersama-sama ” Judicial Review ” UU MD3 di MK

” Misalnya, untuk di pintu Tol Bekasi Timur itu warga umumnya datang dari utara, lokasi Bulak Kapal, mesti naik jembatan dahulu untuk menyeberang baru belok kanan menuju ke pintu tol. Nah saya tidak ingin apabila nanti ada kepadatan di situ, ” tutur Johan.

Keadaan yang sama peluang berlangsung di bagian lokasi pintu Tol Bekasi Barat. Ia memperkirakan, juga akan keluar kepadatan kendaraan dimuka Giant serta Revo bila pemilahan diberlakukan diluar ruang tol. Ia juga mengharapkan pemilahan nomor dikerjakan didalam tol.

Johan juga mengemukakan, pihaknya siap melakukan ketentuan pemilahan kendaraan ganjil genap ini.

Tetapi, ia mengharapkan support juga didapatkan dari pihak pengelola tol untuk membuat lancar arus jalan raya itu.

” Maksudnya baik, menyebabkan perpindahan dari mobil pribadi ke umum, namun problem juga akan jadi bertambah bila orang-orang malas berpindah, ” ucap Johan.

Johan memperkirakan, ruas jalan yang juga akan dipengaruhi kebijakan ini kelak yaitu jalan raya di jalur arteri, seperti di Jalan KH Noer Ali, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jalan Sudirman, Jalan Ir H Djuanda, serta Jalan Mayor Hasibuan.

Support by : kompas.com