Era 90-an dari Bulutangkis: Emas Olimpiade dan Kisah Asmara Susy-Alan

Agen Judi Online – Susy Susanti jadi ratu buat publik Indonesia di masa 90-an. Bersama dengan Alan Budi Kusuma, Susy merajut cinta, mengawinkan medali emas Olimpiade 1992 Barcelona.

Lagu Indonesia Raya bergema di Barcelona waktu Olimpiade 1992. Itu menemani kerekan teratas Merah Putih sesudah Susy pastikan jadi pemilik emas selesai menaklukkan pebulutangkis Korea Selatan, Bang Soo-hyun dengan score 5-11, 11-5, 11-3.

Istimewanya, emas itu sekaligus juga jadi emas pertama Indonesia di Olimpiade. Buat Susy emas itu jadi perolehan pucuk profesinya sesudah jadi pebulutangkis nomor satu dunia.

Emas itu jadi jawaban Susy pada desakan besar publik, pemerintah, serta PBSI semenjak persiapan olimpiade berguling. Serta, Susy memperoleh petunjuk langsung dari Presiden Soeharto untuk bawa pulang medali emas itu.

Tidak itu saja, Susy harus jaga jarak dengan kekasihnya, Alan. “Sebelum olimpiade itu, kami sampai dipisah, bukan dipisah dalam pengertian berjauhan, bukan. Tetapi, kami disuruh untuk fokus pada pekerjaan kami semasing,” kata Alan dalam pembicaraan dengan detikSport.

Selesai memperoleh emas itu, ‘tugas’ Susy belum selesai. Alan belum berlaga.

Susy tidak dapat tidak meremehkan hasil yang akan dituai Alan. Karena, terus-terusan beberapa hasil kurang sip ia atau Alan akan dihubungkan dengan cerita asmara mereka yang mulai berpacaran semenjak 1989. Alan yang nembak Susy lebih dulu serta Susy memberi respon positif.

“Walau sebenarnya ya tidak ada hubungannya. Kami ketahui pekerjaan semasing kekalahan ya kalah, sebab kami kurang persiapan, bukan lantaran, seperti yang disebut beberapa orang, umumnya pacaran. Jangan dipikirkan kami pacaran seperti anak jaman saat ini, tidak,” kata Alan.

Ditambah lagi, tiga bulan sebelum Olimpiade 1992 itu, Alan jadi figur yang paling dituding dengan ketidakberhasilan Indonesia bawa pulang trofi Piala Thomas. Jadi penentu serta mempunyai rekor sip atas musuh, Alan kalah. Indonesia harus menyerah pada Malaysia.

Baca Juga : De Bruyne Masa Bodoh dengan Liverpool atau Leicester

Alan serta PBSI benar-benar down dengan hasil itu. Karena itu, persiapan ke arah Olimpiade juga dinaikkan.

Tidak ingin memperoleh kekesalan dalam yang sama, Alan berlatih tambahan. Satu hal sebagai keuntungan Alan saat itu ke arah Olimpaide Barcelona. Ia tidak diunggulkan.

Ialah Ardy B Wiranata yang saat itu paling baik di dunia. Ardy juag tunjukkan pergerakan sip selama tahun 1992 itu. Karena itu, serta yang diimpikan menjadi pengantin olimpiade juga belum ada sampai scuad Indonesia terbang ke Spanyol.

Di final, Alan tunjukkan tampilan sempurna. Ia menaklukkan Ardy di set final serta memiliki hak dikalungi emas.

“Itu ialah prestasi saya serta Susy paling tinggi, jadi ingatan yang tidak terlewatkan,” kata Alan.

Sukses mendapatkan emas itu juga bersambung dengan ke pelaminan. Mereka menginformasikan gagasan menikah 1997.

Tetapi, Susy serta Alan telanjur jadi punya publik. Gagasan pernikahan mereka membuat banyak faksi keberatan. Mereka disuruh untuk tunda pernikahan itu supaya Indonesia masih mempunyai pahlawan super dari gelora.

Tetapi, Susy serta Alan bersikeras. Mereka menikah dengan janji Susy tidak akan pensiun sampai dua tahun ke depan. ia ingin tampil di Asian Games 1998.

Dalam prosedurnya keinginan itu pupus. Susy hamil. Sempat dirundung dilema untuk menggugurkannya untuk Asian Games 1998. Renca ake Asian Games juga tertutup.

Tetapi, narasi mereka, Alan serta Susy, bukan narasi biasa. (Cerita)mereka riwayat.