Dua Calon Jadi Tersangka KPK, Debat Pilkada Kota Malang Tidak Singgung Gosip Korupsi

Dua Calon Jadi Tersangka KPK, Debat Pilkada Kota Malang Tidak Singgung Gosip Korupsi

             MALANG, Debat calon Pilkada Kota Malang 2018 yang berjalan Sabtu (7/4/2018) malam, merasa tidak komplit tanpa ada hadirnya dua calon wali kota dari tiga pasangan yang bertanding.

Di gelar di Hotel Harris, Kota Malang, debat itu tidak di hadiri oleh dua calon wali kota Malang karna ditahan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena terlilit masalah korupsi.

Ke-2 calon wali kota Malang itu yaitu peserta Pilkada Kota Malang 2018 dengan nomor urut 1, anggota DPRD Kota Malang Yaqud Ananda Gudban atau Nanda ; serta peserta nomor urut 2, Wali Kota Malang yang calon petahana, Mochamad Anton.

Nanda serta Anton jadi tersangka dalam masalah suap kajian APBD-P Kota Malang Th. Biaya 2015. Mengakibatkan, debat cuma di hadiri oleh calon wakil wali kota nomor urut 1 serta 2, yakni Ahmad Wanedi serta Syamsul Mahmud.

Beda perihal dengan pasangan nomor urut 3. Calon wali kota serta calon wakil wali kota Malang, Sutiaji – Sofyan Edi Jarwoko ada untuk ikuti debat calon.

Dimuka debat, Wanedi mengemukakan permintaan maaf karna pasangannya tidak dapat ada karena hadapi masalah hukum di KPK. Wanedi mengajak pada orang-orang Kota Malang untuk memprioritaskan asas praduga tidak bersalah.

” Karenanya mari kita menghormati sistem hukum serta memprioritaskan asas praduga tidak bersalah, ” kata Wanedi.

Baca Juga : Media Korut Sebut Bekas Presiden Korea Selatan jadi Pengkhianat

Demikian halnya dengan Syamsul. Diakhir debat, ia mengemukakan kalau pasangannya tengah melakukan sistem hukum di KPK. Tetapi, ia memohon pendukungnya untuk tetaplah solid.

” Mari kita bergandeng tangan dengan untuk wujudkan Malang jadi kota pendidikan, Malang kota wisata, Malang kota industri, ” kata dia.

Tanpa ada gosip korupsi

Ada beragam topik dalam debat calon itu. Tetapi, dari topik yang diperdebatkan, tak ada satu juga yang menyinggung gosip penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dari korupsi.

Topik yang diperdebatkan lebih mengutamakan bidang pendidikan, infrastruktur, ketenagakerjaan, serta keadaan kemacetan di Kota Malang.

Ketua Komisi Penentuan Umum (KPU) Kota Malang, Zaenudin menyebutkan, telah ada tim perumus yang membuat topik pertanyaan sepanjang debat berjalan.

” Masalah pertanyaan kami tidak masuk ke lokasi itu. Karna kami serahkan pada tim perumus untuk merumuskan bagaimana kelak bentuk-bentuk pertanyaan yang juga akan di sampaikan, ” kata Zaenudin.

Setelah itu, KPU Kota Malang juga akan mengevaluasi proses debat itu agar proses debat calon selanjutnya tambah baik.

” Ini juga akan jadikan jadi bahan pelajari. Namun kami berprinsip untuk debat ke-2 kelak, kami tetaplah melibatkan tim pasangan calon untuk kita berdiskusi, bagaimana langkahnya di debat ke-2 kelak tambah lebih bagus, ” kata dia.

Support by : kompas.com