Bawaslu dan KPU Minta Aparat Segera Tuntaskan Kasus E-KTP yang Tercecer di Pondok Kopi

JAKARTA – Komisioner Tubuh Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Mochammad Afifuddin minta aparat kepolisian selekasnya menyelesaikan penyidikan masalah e-KTP yang diketemukan di ruang persawahan di Pondok Kopi, Jakarta Timur, Sabtu (8/12/2018).

Hal tersebut terpenting, untuk pastikan agar beberapa ribu e-KTP itu tidak dipakai untuk penyalahgunaan rincian pemilih Pemilu.

“Ya diselidiki saja. Kebutuhan penyelenggara jangan pernah jadikan alat untuk mendaftarkan di DPT bila itu palsu,” kata Afif waktu di konfirmasi, Selasa (11/12/2018).

Pengakuan Afif itu seirama dengan sikap Komisioner Komisi Penentuan Umum ( KPU) Viryan Azis. Awal mulanya, Viryan minta aparat untuk selekasnya menginvestigasi masalah itu.

Tercecernya beberapa ribu dokumen adminsitrasi masyarakat dipandang beresiko, ditambah lagi mendekati penerapan Pemilu 2019.

“Bahaya lho, iya bahaya lho itu. Iya tuntaskan selekasnya,” tutur Viryan.

Anggota Tubuh Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Muhammad Afifudin saat mengemukakan pemaparannya di Kantor Bawaslu RI, Jakarta, Senin (12/3/2018).

Viryan menjelaskan, e-KTP adalah hanya satu dokumen administrasi masyarakat yang dapat dipakai oleh masyarakat negara untuk didaftar menjadi pemilih dalam rincian pemilih masih.

Hal tersebut seperti dijelaskan dalam Masalah 348 ayat 1 Undang-Undang nomer 7 tahun 2017 mengenai Pemilu.

Beberapa ribu e-KTP itu diketemukan bertebaran di ruang persawahan yang ada di Jalan Karya Bakti III, Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu.

Baca Juga : Klasemen Akhir Liga 1 2018, Persija Juara, 3 Tim Terdegradasi

Sesudah dicek, beberapa ribu e-KTP itu punya masyarakat Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Didapati, e-KTP itu tidak laku atau dalam kondisi kadaluarsa.

Penemuan beberapa ribu e-KTP itu bermula dari laporan masyarakat jika ada anak-anak yang mainkan e-KTP di lokasi itu.