Bawa Tulang dan Daging Harimau di Dalam Tas, Dua Pria Vietnam Ditahan

Bawa Tulang dan Daging Harimau di Dalam Tas, Dua Pria Vietnam Ditahan

BANGKOK – Otoritas Thailand dilaporkan sudah meredam dua orang yang didakwa berupaya menyelundupkan tulang serta daging harimau. ke-2 orang yang ditahan berkewarganegaraan Vietnam.

Merilis dari AFP, penangkapan itu dikerjakan pada Rabu (10/10/2018) malam di Propinsi Phitsanulok. Ke-2 terduga didapati membawa satu tas besar yang sesudah dicheck berisi kerangka serta daging harimau.

Kedua-duanya didakwa sudah beli daging serta kerangka itu sejumlah 900 dolar (seputar Rp 13 juta) dari Propinsi Tidak yang bersebelahan dengan Myanmar.

Daging serta tulang harimau itu dipercaya akan di jual kembali oleh beberapa terduga waktu mereka kembali pada Vietnam. Ke-2 terduga ditahan waktu ada di bus.

“Kami temukan beberapa pria itu dengan satu tas memiliki ukuran besar serta didalamnhya berisi kerangka serta daging harimau, yang mereka akui akan mereka bawa serta ke Vietnam,” tutur petugas kepolisian Muang Phitsanulok, Nattawat Wingthongtavipon.

Nattawat menjelaskan, polisi sukses lakukan penangkapan sesudah terima info dari sumber di lapangan.

Ke-2 pria Vietnam itu sekarang tengah ditahan dengan dakwaan kepemilikan spesies yang dilindungi.

Thailand sudah diketahui menjadi pusat pasar margasatwa ilegal yang berharga miliaran dolar serta salah satunya negara di Asia Tenggara dimana harimau dari penangkaran sudah berperan dalam perdagangan gelap daging atau organ hewan itu.

Baca Juga : Wilayah Perairan Sumsel dan Jambi Dinilai Rawan Pasar Gelap

Seputar 30 % dari produk harimau yang diambil alih pada 2012 sampai 2015 dipercaya datang dari penangkaran. Jumlahnya itu bertambah dari cuma dua % pada tahun 2000 sampai 2003.

Di Vietnam, tulang harimau banyak dicari untuk di rebus lalu dipakai untuk penyembuhan tradisionil, sesaat anggota badan lainnya seperti gigi, cakar serta kulit dicari untuk jadikan perhiasan serta pernak-pernik.

Tidak cuma harimau, Vietnam masih tetap diketahui menjadi negara dimana masyarakatnya banyak konsumsi satwa liar serta jadi rute buat perdagangan hewan ilegal ke China serta Asia.