Banyak Anak Pejabat Jadi Anggota Dewan, Arteria: Pintar-pintar Kok

Jakarta – Anggota DPR Fraksi PDIP Arteria Dahlan tidak mempersoalkan jumlahnya anak petinggi sebagai anggota Dewan. Menurut dia, walaupun beberapa anggota DPR dengan status anak petinggi, mereka mempunyai tingkat kecerdasan yang tinggi.

“Adik-adik dapat lihatlah, semakin hari anggota-anggota parlemen orang-orangnya bagus-bagus. Kita mengharap kita kehadiran 51 % anggota parlemen yang masih muda-muda, banyak yang menjelaskan, ‘Itu kan anak bupati, anak gubernur, dan lain-lain,’ tetapi saya katakan tidak kok kan anaknya pandai-pandai,” tutur Arteria di Kampus Negeri Jakarta, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (16/10/2019).

Dia menjelaskan kecerdasan beberapa anggota DPR muda itu bisa diasah serta terus ditingkatkan. “Masalah anak gubernur, anak bupati tinggal kita asah yang namanya sensivitasnya,” tutur Arteria.

Dalam peluang yang sama, Arteria bicara masalah keberhasilan Nawacita Presiden Jokowi-JK. Dia menyebutkan kapasitas pemerintahan Jokowi mengagumkan.

Baca Juga : Johan Zarco Gabung LCR Honda di Sisa Musim MotoGP 2019

“Tanpa ada kita sadari bagaimana perlindungan pada buruh migran, bagaimana perlindungan berkaitan susahnya kita untuk melawan terorisme, demikian kita bicara teroris dimasukkan rumor agama terus, tetapi kita pelan-pelan tekun memberikan keyakinan publik, jika teroris ini bahaya besar serta harus kita sikapi dengan mengagumkan, bagaimana perselisihan tapal batas,” katanya.

“Selanjutnya bagaimana membuat tata atur pemerintahan yang bebas KKN, tanpa ada diakui yang lima tahun tempo hari sama yang sebelum-sebelumnya saya fikir spirit-spiritnya jauh berlainan,” sambungnya.

Usaha Jokowi membuat infrastruktur dari daerah tepian tidak lepas dari perhatiannya. Pembangunan LRT (light rapid transit) serta MRT (mass rapid transit) diagung-agungkannya.

“Membuat Indonesia dari tepian, kita serius, kan rekan-rekan dapat lihat yang namanya Jenderal Sudirman kita bedah itu, jadi MRT, LRT, ‘oh itu bukan rumor rakyat’ bagaimana Trans Papua, Kalimantan, semua jalan. Jadi memang benar ada jalan yang berbayar, tetapi yang tidak berbayar tambah lebih banyak,” kata Arteria.

“Bagaimana dana desa 74.598 desa, uangnya langsung masuk rekening kas desa, 7 hari tidak bisa telat jelas pendayagunaannya, bagaimana infrastruktur warga desa, bagaimana beberapa puluh ribu embung-embung desa dibuat, aliran irigasi, jika disaksikan itu, saya minta adik-adik harus juga seimbang,” tambah ia.