Anies-Sandi Dinilai Perlu Belajar dari Risma soal Pengaturan Becak

Anies-Sandi Dinilai Perlu Belajar dari Risma soal Pengaturan Becak

       JAKARTA,  Peneliti Laboratorium Transportasi Unika Soegijapranata, Semarang, Djoko Setijowarno, menyarankan agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan pekerjaan lain kepada penarik becak yang beroperasi di Jakarta. Ia mencontohkan langkah yang dilakukan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

“Sesungguhnya, jika bertujuan menaikkan taraf hidup tukang becak, sebaiknya diberikan alternatif dengan beralih profesi. Belajar dengan Wali Kota Surabaya Risma, tukang becak beralih jadi petugas kebersihan dengan mendapat honor Rp 3,2 juta per bulan. Jelas lebih tinggi ketimbang tetap berprofesi sebagai tukang becak,” kata Djoko kepada Kompas.com, Senin (22/1/2018).

Menurut Djoko, penghasilan rata-rata tukang becak di DKI Jakarta dalam sehari Rp 70.000 hingga Rp 80.000.

Baca Juga : Ini Penyebab Kolam Ambles hingga 6 Meter di Gunungkidul

Dengan tawaran gaji sebagai petugas kebersihan di atas penghasilan harian mereka, para tukang becak diprediksi akan tanpa ragu beralih pekerjaan.

Djoko berpendapat, mengizinkan becak beroperasi di kampung-kampung di Jakarta tak menjadi jaminan akan meningkatkan penghasilan para penarik becak.

“Jika tujuannya sekadar mengizinkan beroperasi becak, jelas tidak banyak dan tidak akan berpengaruh pada kenaikan pendapatan bulanan tukang becak.

Support by : kompas.com