Advokat Lucas Jadi Tersangka karena Bantu Pelarian Eddy Sindoro

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) mengambil keputusan seseorang advokat, Lucas, menjadi terduga. Lucas disangka menolong pelarian bekas pejabat Lippo Grup, Eddy Sindoro ke luar negeri.

Walau sebenarnya, Eddy Sindoro telah diputuskan menjadi terduga oleh KPK. Eddy berkali-kali mangkir waktu di panggil untuk dicheck KPK.

“KPK temukan bukti permulaan yang cukuplah terdapatnya pendapat tindak pidana dengan menyengaja menahan penyidikan,” tutur Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam jumpa wartawan di Gedung KPK Jakarta, Senin (1/10/2018).

Menurut Saut, Eddy Sindoro sempat diamankan otoritas Malaysia waktu coba melarikan diri. Eddy bahkan juga sudah sempat dideportasi dari Malaysia ke Indonesia.

Akan tetapi, menurut Saut, Lucas memakai kekuatannya untuk kembali memberangkatkan Eddy ke luar negeri. Lucas menahan Eddy masuk kembali pada yurisdiksi Indonesia.

Lucas diduga tidak mematuhi Masalah 21 Undang-Undang Nomer 31 Tahun 1999 seperti dirubah dalam UU Nomer 20 Tahun 2001 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Masalah 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Baca Juga : Pochettino dan Barcelona Tak Mungkin Bisa Jalan Bersama

Eddy Sindoro adalah terduga dalam masalah suap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution. Masalah ini telah bergulir semenjak tahun 2016. Eddy sendiri telah diputuskan menjadi terduga di bulan Desember 2016.

Eddy disangka ikut serta penyuapan dalam pengurusan beberapa masalah beberapa perusahaan dibawah Lippo Grup, yang diakukan di PN Jakarta Pusat.